Wabup Sleman: 'Desa Cantik' Langkah Strategis dengan Pembangunan Berbasis Data

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, di kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Selasa (14/4/226). Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa beserta jajaran.

BACA JUGA: Indonesia Bukan Jalur Agresi! Gus Hilmy Desak Pemerintah Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS

Pencanangan Desa Cantik 2026 di Kabupaten Sleman dilakukan terhadap tiga Kalurahan di Kapanewon Tempel, yakni Kalurahan Margorejo, Pondokrejo, Sumberrejo. Pencanangan dilakukan secara simbolis dengan pemukulan gong, penandatanganan piagam, dan penyematan selempang kepada agen statistik masing-masing Kalurahan.

BACA JUGA: Bela Negara Tak Harus Memanggul Senjata

Program yang telah dimulai sejak 2022 di Kabupaten Sleman ini juga telah mencanangkan sejumlah Desa Cantik di beberapa kalurahan, diantaranya Kalurahan Ambarketawang Gamping, Mergoagung Seyegan, Wukirsari Cangkringan, dan Mororejo Tempel.

BACA JUGA: Mahasiswa Asal Jepara Ditemukan Meninggal di Mobil, Begini Penjelasan Polisi

Kepala BPS Sleman, Widhi Pranowo menyampaikan bahwa program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik. Selain itu juga sebagai standarisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik.

BACA JUGA: UAJY Gandeng AMSI, Gelar Kuliah Umum Penulisan Jurnalistik

"Diharapkan pula program ini dapat mengoptimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa tepat sasaran," terangnya.

Sementara itu, Danang menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPS Kabupaten Sleman yang telah menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya, program Desa Cantik ini merupakan sebuah langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini, yaitu pembangunan berbasis data yang akurat dan up to date.

BACA JUGA: Paket Pelatihan Tukang Bangunan Terampil Bersertifikat di Sleman Terdampak Anggaran

"Melalui program ini, kalurahan memiliki tugas yang cukup penting, yakni mampu mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta kebutuhan masyarakatnya secara mandiri berbasis data," ucapnya. (*/Agn)


share on: