Wali Kota Yogya Resmikan Perpustakaan BI DIY

share on:
Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti dalam satu sesi foto bersama Deputi BI, Kepala Perwakilan BI DIY dan Kepala DPAD DIY || YP/Mufti

Yogyapos.com (YOGYA) - Keberadaan perpustakaan memberikan manfaat positif bagi masyarakat khususnya warga DIY. Maka informasi berkualitas harus senantiasa ditingkatkan sehingga masyarakat dapat mengaksesnya setiap saat. Di samping itu kolaborasi antar instansi pemerintah/non pemerintah perlu dijalin agar kegiatan literasi masyarakat menjadi lebih luas.

Wali Kota Yogyakarta, Drs H Haryadi Suyuti menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Perpustakaan Bank Indonesia (BI)DIY di Gedung Heritage BI, Jalan Panembahan Senopati Yogyakarta, Sabtu, (07/03/2020). Peresmian dihadiri Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, Kepala Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY serta perwakilan dari kabupaten/kota.

“Kami mengapresiasi sekaligus mendukung langkah BI memberikan akses informasi pada masyarakat melalui perpustakaan dengan tetap melestarikan cagar budaya,” ujarnya di hadapan para pustakawan dari berbagai instansi/lembaga DIY dan 170 orang personil Generasi Indonesia Baru Pendamping BI Corner.

Kepala Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan melaporkan bahwa Perpustakaan BI menyediakan buku berstandar kualitas internasional berasal dari terbitan dalam maupun luar negeri. Akses perpustakaan terbuka bagi siapa pun. Masyarakat boleh datang ke perpustakaan setiap hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 07.00-16.00 WIB.

“Ada lebih dari 4.000 buku, tak hanya buku terkait bidang ekonomi atau keuangan saja. Buku non ekonomi pun tersedia  termasuk buku untuk anak-anak,” katanya.

Hilman menjelaskan supaya memudahkan masyarakat mengakses, pihaknya merelokasi perpustakaan yang sebelumya bertempat di lantai 2 ke basement Gedung Heritage BI. Gedung ini merupakan tempat bersejarah, selesai dibangun pada 1915 lampau. Bank Indonesia selalu berkomitmen memelihara dan melestarikannya. Bangunan akan terus difungsikan bagi kepentingan BI sendiri maupun masyarakat.

“Kalau selama ini masyarakat hanya memanfaatkannya untuk ber-swafoto di depan gedung. Saat ini kami persilahkan menikmati pengalaman sejarah budaya dengan mengakses perpustakaan di dalam Gedung Heritage ini,” ajak Hilman.

Perpustakaan, tambah Hilman, memiliki konsep terintegrasi. Selain fungsi dasar sebagai tempat studi literatur dan penelitian, perpustakaan dilengkapi pula fasilitas jurnal online, ruang diskusi publik, museum uang kuno dan emas moneter, hingga kids fun science.

“Semua kategori umur dapat mengunjunginya  untuk keperluan pendidikan, pembelajaran, hingga rekreasi,” terangnya.

Peresmian perpustakaan dirangkai kegiatan Forum Diskusi Pustakawan bertema ‘Tantangan Pengelolaan Perpustakaan di Era Digital’. Sebelumnya dilakukan pengesahan Forum Perpustakaan Khusus DIY dan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia, Pojok Baca BI Corner kepada Perpustakaan Kota Yogyakarta. (Muf)

 

 


share on: