Yogyapos.com (BANTUL) – Proyek pembagunan padat karya yang merupakan program dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul sangat positif untuk memajukan pembangunan fisik (infrastruktur), memperkuat dan memupuk semangat gotong royong maupun swadaya masyarakat.
Demikian poin penting respon anggota DPRD Bantul Heru Sudibyo SSos MM, Teguh Santoso SE, Suradal, Dwi Kristiyantoro ST, Anton Wabono SE dan Mahmudin.
“Saya menilai padat karya positif dan sangat berguna bagi masyarakat. Itu menjadi primadona dan andalan pada program pembangunan di Kabupaten Bantul. Maka harapanya itu diadakan berkesinambungan setiap tahun,” ujar Heru Sudibyo kepada yogyapos.com, Rabu (28/3/2023).
Menurut dia, fakta membuktikan dengan padat karya pembangunan fisik yang semula tidak memadai untuk difungsikan, menjadi bagus, tertata dan sangat berfungsi lebih baik bagi masyarakat. Kegunaan lainnya membangkitkan dan meningkatkan semangat budaya bergotong royong dan kreatif dalam menentukan jenis pembangunan maupun teknis pertukangan.
Sementara itu, Teguh Santoso mengungkapkan, proyek padat karya semakin banyak jumlah titik dan nilai anggarannya yang tersedia, maka semakin memberikan keberpihakan kepada kebutuhan pembagunan warga.
Proyek padat karya cor blok yang segera finishing
“Warga pada umumnya sangat bersemangat dalam pengerjaan padat karya. Sebabnya mereka juga memperoleh upah selaku tenaga kerja. Maka mereka secara tidak langsung membudayakan kebersamaan untuk membangunan wilayahnya,” papar Teguh Santoso.
Teguh mencontohkan, di Piyungan kini ada pembuatan jembatan, talud dan cor blok. Proyek tersebut akan memudahkan akses warga ke sekolah, pasar dan ke rumah sakit.
Dihubungi terpisah, Krisgiyantoro, Mahmudin, Suradal dan Anton Wahono, menuturkan, padat karya sangat tepat untuk memajukan pembangunan sesuai dengan keinginan warga. Mereka masyarakat menjadi semakin tumbuh rasa handarbeni atau memiliki dan bertanggungjawab pada pembangunan.
Berdasarkan data di Disnakertran Bantul, jumlah paket padat karya Kabupaten Bantul tahun 2023 yang anggarannya berasal dari APBD Bantul ada sebanyak 153 titik dan nilainya Rp 100 juta per titik. Yang mempergunakan APBD DIY yang nilainya Rp 100 juta per titik ada 85 titik. Sedangkan yang dari DIY yang nilainya Rp 200 juta per titik ada 117 titik. Masa pengerjaan padat karya sekitar 21 hari sejak 20 Maret 2023. (Spd)
