Yogyapos.com (KLATEN) - Gunung Merapi yang berada diperbatasan wilayah Jawa Tengah dengan DIY, aktivitasnya masih tergolong tinggi dibuktikan dengan masih dipertahankannya status level III atau siaga oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta hingga saat ini.
Mensikapi situasi tersebut, sejumlah warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) pun turut serta terlibat dalam mitigasi bencana. Salah satunya dengan membuat fasilitas gardu pandang atau menara pemantauan gunung Merapi.
Seperti halnya yang dilakukan sejumlah warga Dusun Sambungrejo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Mereka menginisiasi gardu pandang dengan biaya swadaya masyarakat.
Dusun Sambungrejo terletak paling dekat dengan puncak gunung Merapi, jaraknya sekitar 4,5 km dan langsung berbatasan dengan wilayah Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, DIY.
Pantauan yogyapos.com di lokasi, nampak bangunan terbuat dari bahan yang didominasi bambu dan ada sebagian lainya berupa kayu. Berukuran sekitar 4 x 4 meter dengan ketinggian sekitar 5 meter.
Pada bagian bawah terdapat tempat duduk dan pada lantai atas dilengkapi lantai terbuat dari bambu. Jika berada di bagian atas dari bangunan terlihat jelas secara visual gunung Merapi saat cuaca cerah.
“Iya ini kami buat gardu pandang dengan biaya dari warga, kita swadaya, mas, setiap hari ada yang giliran jaga, ramenya kalau malam ada sekitar 8 personel per hari,” ucap salah satu penggagas, Ngadimin, Minggu (20/12/2020).
Menurut dia, bangunan tersebut difungsikan untuk memantau perkembangan gunung Merapi selain itu dimanfaatkan pula untuk menjaga keamanan lingkungan, lantaran sebagian warga dusun itu telah diungsikan ke barak pengungsian di Balai Desa Balerante.
“Ini yang warga lansia, ibu-ibu dan anak-anak sudah dievakuasi ke barak pengungsian, makanya kita yang tergolong masih muda-muda berjaga di gardu pandang ini, kita juga selalu siaga dan membawa radio komunikasi dan HP untuk memudahkan dalam menerima info terkini terkait merapi,kita juga menjaga keamanan lingkungan,” terangnya.
Sementara itu, Carik Desa Balerante, Basuki menyatakan apresiasinya ada warga yang merinisiatif secara mandiri dengan mendirikan pos jaga warga. Dengan pendirian gardu pandang diharapkan dapat dilakukan pemantauan visual merapi setiap saat.
“Kami sangat mengapresiasi gardu pandang ini terletak di dusun Sambungrejo didirikan sekitar 2 minggu yang lal, inisiator relawan setempat bernaa Ngadimin,lokasi dihalaman rumah ibu Hartowiyono,” ungkapnya. (Eko Purwono)
