Yogyapos.com (KLATEN) - Keberadaan warung apung di Rowo Jombor, Desa Krakitan Kecamatan Bayat, Klaten, kini tinggal kenangan menyusul berjalanya proyek revitalisasi kawasan di sana. Saat ini sudah hampir 80 % warung apung di kawasan itu sudah selesai dibongkar secara mandiri, dan hanya tersisa 20 persen.
Untuk program revitalisasi ini digulirkan oleh pemerintah pusat dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi rowo seperti semula, yaitu untuk pengairan atau irigasi.
Semua warung apung yang sudah dibongkar itu nantinya akan ditempatkan di Plaza Kuliner yang terletak di lahan sisi timur rowo. Saat ini ada sekitar 11 warung apung yang pindah ke plaza kuliner dari total 21 warung apung, 10 yang beralih ke usaha pemancingan.
Namun tidak semua pemilik warung apung yang mau dipindah kesana, dan memilih beralih ke usaha pemancingan.
Menurut pak Syamsir salah satu pemilik warung apung dan salah satu pencetus warung apung menuturkan bahwa dirinya lebih memilih beralih ke usaha pemancingan.
“Saya tidak setuju untuk pindah ke plaza kuliner karena konsepnya sudah berbeda ketika warung apung itu beralih ke plaza kuliner dengan konsep foodcourt dan keberadaan warung apung ini sebenarnya merupakan daya tarik untuk destinasi wisata dan merupakan ikon dari rowo ini nantinya jadi berubah,” tuturnya.
Lebih lanjut pak syamsir menjelaskan untuk usaha pemancingan ini nantinya tetap ada untuk kulinernya dengan catatan untuk kegiatan masak memasaknya dilakukan di darat.
“Warung apung kami bongkar dan kami ubah menjadi Pemancingan, yang nantinya tetap akan ada kegiatan makan dan minum dengan dan untuk kegiatan masak-memasakya tetap didarat/dirumah,” jelasnya.
Untuk desain dari pemancingan ini, Pak Syamsir yang juga sebagai pemilik warung apung Ilham ini berharap dari pihak pemerintah daerah bisa mendesainkan untuk keseragaman dan keserasian dari pemancingan ini. Sehingga tampilan dari pemancingan ini tetap ada kegiatan kulinernya.
“Saya berharap kedepanya dari pihak terkait mau mendesainkan untuk pembangunan pemancingan ini, kami akan mengikuti,tapi kalau tidak ya kami akan mendesain sendiri bersama-sama yang penting tetap mengacu kepada keseragaman dan keserasian juga kebersihan, sehingga tampilan pemancingan tadi tetap pemancingan dengan ada aktivitas makan dan minumnya atau tetap ada kulinernya. Hanya nanti memang ada kesepakatan untuk masaknya didaratan,” pungkasnya. (Arifin)
video terkait:
