Yogyapos.com (SLEMAN) - Menindak lanjuti kebijakan peningkatan harga BBM bersubsudi oleh Pemerintah Pusat, Sales Branch Mansger II PT Pertamina Patra Niaga Yogyakarta, William Handoko Gotama, menjamin distribusi dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) aman.
Hal tersebut disampaikan saat berkoordinasi dengan Pemkab Sleman, Rabu (15/9/2022), di ruang rapat Bupati Sleman. Koordinasi dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
Menurut William, penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Sleman menggunakan fuel terminal Rewulu yang mana seluruhnya sudah menggunakan distribusi pipa dan didukung fuel terminal area Boyolali serta Kilang Cilacap, dijelaskan bahwa ketersediaan stok BBM bersubsidi di fuel terminal Rewulu jenis bio solar sebanyak 11,250 ton dan pertalite sebanyak10.858 ton.
“Dengan jumlah stok ini ketersediaan BBM subsidi di Kabupaten Sleman akan terpenuhi dengan baik,” ujar William.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, menyebutkan pembelian BBM bersubsudi jenis bio solar untuk petani dan UMKM telah tertuang Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 542/00124 tentang pembelian BBM Jenis Solar untuk Petani dan UMKM.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa petani dan UMKM dapat membeli BBM bersubsudi dengan membawa surat rekomendasi yang bisa didapatkan dari UPTD terdekat.
“Di Sleman ada delapan UPTD yang mana masing masing UPTD mengampu dua Kapanewon sedang petani bisa mengajukan lewat kelompok petani,” jelasnya. Danang lebih lanjut menyampaikan masyarakat umum yang melakukan pembelian BBM bersubsidi dengan surat rekomendasi juga perlu mendaftar di My Pertamina termasuk kendaraan dinas yang digunakan untuk layanan umum , untuk kendaraan dinas OPD yang berjumlah banyak dapat dilakukan pendaftaran secara kolektif dengan satu Nomor Induk Kependudukan dari penanggung jawab kendaraan tersebut. Sedangkan untuk kendaraan dinas non layanan umum saat ini belum ada regulasi yang melarang pembelian BBM bersubsidi.
Sementara itu Hiswana Migas DIY menyebut ketersediaan LPG 3 kg di Kabupaten Sleman saat ini sampai saat ini masih terpenuhi debgan baik meskipun dari Januari hingga Agustus 2022 selalu mengalami over quoto. Menurutnya salah satu penyebabnya adalah kenaikan jumlah usaha mikro sebesar 30 persen, dimasa pandemi sehingga konsumsi meningkat pesat. (Agn)
