Yuhastina PhD : Orang Tua Harus Terlibat dalam Mitigasi Learning Loss

share on:
Tim Riset Eduscape Prodi Sosiologi Antropologi FKIP UNS di Jaten Karanganyar || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (KARANGANYAR) - Semakin lama teknologi digital dimanfaatkan pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19, dikhawatirkan bisa menggantikan peran guru ataupun orang tua dalam memberikan pendidikan karakter terhadap peserta didik atau anak. Berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis (Learning Loss), mempengaruhi pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menggantikan peran guru.

Demikian disampaikan Yuhastina MA PhD selaku Ketua Tim Riset Eduscape dari Prodi Sosiologi- Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam diskusi dengan yogyapos.com Jumat (23/7/2022).

Lebih jauh disampaikan, intervensi teknologi digital di era revolusi industri 4.0 memberikan perubahan besar bagi kehidupan manusia, terutama di bidang pendidikan.

“Pandemi Covid-19 yang belum selesai dan kebijakan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), makin mempertegas ketergantungan bidang pendidikan terhadap teknologi digital,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya, lanjut perempuan yang akrab disapa Naina ini, bersama tim riset pernah melakukan pengabdian masyarakat Minggu, 17 Juni 2022 bertempat di  Desa Jaten RT 04/ RW 06 Sawahan Karanganyar Jawa Tengah.

“Para peserta pengabdian adalah para orang tua yang memiliki anak di jenjang SD dan SMP. Kita memberikan edukasi kepada para orang tua agar lebih berperan serta dalam memberikan pendampingan terhadap kegiatan PJJ pada anak, sehingga dapat meminimalisir adanya learning loss pada perkembangan karakter anak,” jelasnya.

Tim Riset Eduscape diketuai Yuhastina MA PhD dengan anggota Riadi Syafutra Siregar SPd MSi, Dwi Astutik SPd MSi, Ghufronudin SPd MSos, dan Bagas Narendra Parahita SPd MSi.

Proses pembelajaran selama pandemi, lanjut Naina, telah menyebabkan learning loss di kalangan siswa sekolah dasar. “Orang tua selama sebelum pandemi telah menyerahkan anaknya kepada sekolah, akibatnya pada masa pandemi banyak orang tua yang tidak memiliki pengalaman mendampingi anaknya selama pembelajaran jarak jauh (PJJ),” jelasnya terkait pentingnya orang tua menguasai strategi untuk mengatasi learning loss pada anak-anaknya. 

Learning loss adalah tidak adanya interaksi antara guru dan murid seperti di kelas sebelum Covid, tidak ada interaksi sesama murid, terbatasnya waktu, peserta didik kurang bisa konsentrasi dan menurunnya motivasi peserta didik. Di situlah letak peranan keluarga terutama ayah dan ibu dalam proses PJJ serta pemahaman dalam dunia digital. (Wahjudi Djaja)

 

 

 


share on: