16 Jaksa Kejari Kulonprogo Ikuti In House Training Bahasa Inggris

share on:
Kasi Datun kejari Kulonprogo Eriksa Ricardo SH saat memberikan pengarahan In House Training Bahasa Inggris, Jumat (6/12/2019) || YP/Ismet NM Haris

Yogyapos.com (KULONPROGO) - Menghadapi dinamika dan antisipasi penanganan perkara yang mutli kompleks, sebanyak 16 jaksa dan seluruh karyawan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo, Jumat (6/12/2019) mengikuti In House Training Bahasa Inggris, di Aula Kantor Kejari setempat.

Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan sejak Kejari Kulprogo dipimpin Kajari Widagdo Mulyono Petrus SH MHum, ini sangat berpretensi agar seluruh jaksa dan karyawan memiliki bekal bahasa Inggris terkait dengan penanganan perkara-perkara yang bersentuhan dengan pihak-pihak asing, baik materi maupun pelakunya.

“Ini merupakan inisiatif internal Kejari Kulonprogo atas arahan Pak Kajari. Paling tidak semua karyawan maupun jaksa di sini diharapkan punya bekal bahasa Inggris, yang paling dasar hingga yang praktis hukum,” ujar Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Kejari Kulonprogo Eriksa Ricardo SH selaku Koordinator kegiatan.

Eriksa mencontohkan, hari depan Kulonprogo akan lebih dinamis karena sangat dimungkinkan banyak investor atau kegiatan ekonomi penanaman moda asing (PMA) yang tentu saja bersentuhan denga  owner warga asing.  Sehingga jaksa semua jaksa sangat perlu memiliki pengetahuan bahasa Inggris untuk antisipasi jika terjadi sengketa keperdataan antara investor dan Pemkab, dimana jaksa selaku Pengacara Negara akan memberikan bantuan hukum pada Pemkab.

Meski dilakukan cuma sehari, tapi kegiatan yang menghadirkan tentor ahli Bahasa inggris UMY Clarita Ayu Windayati itu disambut antusias. Terjadi komunikasi dua arah tentang pemahaman bahasa dasar dan terapan di ranah hukum. “Untuk sementara kegiatan ini cuma setengah hari ini dilakukan. Tergantung kebutuhan nanti, kami akan melanjutkan lagi pada waktu-waktu tertentu,” terang Eriksa.

Sementara Kajari Widagdo Mulyono berharap, dari kegiatan tersebut menghasilkan output yang bermanfaat untuk peningkatan SDM. "Walau sesaat, tapi bisa terserap semaksimal mungkin pengetahuan yang telah dberikan oleh Tentor," ujar Kajari didampingi Kasi Intel Yogi adiawa Sagita SH. (Met)

 

 


share on: