Yogyapos.com (BANTUL) - Ratusan penonton antusias menyaksikan penutupan festival ketoprak tingkat Kabupaten Bantul tahun 2025, di Kantor Pemerintah Kalurahan Wijirejo Pandak Bantul, Sabtu (27/9/2025) malam.
Festival ini dibuka secara resmi oleh Sekda Bantul, Agus Budhiraharja mewakili Bupati H. Abdul Halim Muslih. Para penonton anak-anak hingga dewasa berasal dari 17 Kapanewon di Bantul mendukung dan menginginkan grup ketoprak dari wilayahnya berhasil menjadi juara.
BACA JUGA: Rvv Musik Jogja Juara 1 Lomba Ngamen Musisi Jalanan, Terima Rp 10 Juta
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana SSi MSi didampingi Kabit Adat Tradisi Lembaga Dan Seni (ATLS) Beni Sasangka SE disela acara penutupan ini berlangsung acara menyatakan, festival ini berlangsung Selasa (23/9) hingga Sabtu (27/9). Jumlah pesertanya sebanyak 17 grup dari 17 Kapanewon. Festifal menampilkan ceritera karya SH Mintarja.
"Pada Selasa (23/9 menampilkan peserta dari Kapanwon Kretek, Bantul dan Banguntapan. Rabu (24/9) yang tampil Pandak, Jetis, Piyungan dan Sedayu,” kata Beni.
Sedangkan pada Kamis (25/9) pesertanya dari Bantul, Imogiri, Sanden dan Kasihan. Pada Jumat (26/9) yang manggung Kretek, Pandak, Pleret dan Dlinggo. Untuk hari terakhir Sabtu (27/9/2025) yang tampil dari Kapanewon Pundong dan Sewon.
BACA JUGA: Kasrem Hadiri Pameran Akhir Tahun Pangastho Aji di Kraton Yogyakarta
"Yang juara untuk akan memperoleh penghargaan,” katanya.
Hal juga penting bahwa festifal ini selain untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian ketoprak juga untuk memberdayakan UMKM. Setiap malamnya ada puluhan pedagang kuliner dann kerajinan tradisional asal Bantul yang berjualan di tempat ini,” ungkapnya.
Bupati Bantul H.Abdul Halim Muslih saat menutup festival ini secara resmi,, menyatakan, bahwa Bantul merupakan Kabupaten bersejarah yaitu berkaitan dengan aejarah perjuangan bangsa yaitu mengusir penjajahan Belanda.
"Raja Sultan Agung dan raja sebelumnya ada kaitannya dengan Bantul yaitu adanya Kerajaan Kerto dan Segoroyoso dan Kotagedhe yaitu Panembahan Senopati ada di Bantul, katanya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pameran-jinguki-dari-umpatan-halus-ke-realitas-tergerus-18057
Para pemuda pemudi di Bantul harus punya skesatria yang mempunyai sifat greget (semangat), sawiiji (fokus), sengguh ora minggkuh (pantang putus asa dan harus semangat) dan golong gilik (bersatu padu) dalam memajukan wilayahnya termasuk dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Jawa salah satunya ketoprak.
Pada kesempatan ini selama dewan juri rapat menentukan para pemenangnya, para penonton dihibur dengan pemutaran film 1831 (sejarah adeking (berdirinya) Projo Bantul yang ahirnya disebut Kabupaten Bantul.
Sedangkan pengumuman para pemenang pada Minggu (28/9) untuk kategori penyaji terbaik ke satu Kapanewon Bambanglipuro. Terbaik kedua Kapanewon Sedayu, ke tiga Dlingo, ke empat Bantul, ke lima Srandakan, ke enam Sanden, ke tujuh Pajangan dan ke delapan Kapanewon Pundong.
BACA JUGA: Kejati DIY Sita 1 Unit Mobil dan 6 Jam Tangan Mewah di Rumah Tersangka Korupsi
Kategori penulisan naskah terbik Bambanglipuro. Tata rias terbaik Kanewon Pundong. Peran artistik terbaik Bambanglipuro. Tata iringan terbaik Kapenewon Piyungan.
Peran pembantu pria terbaik Kapanewon Sedayu. Peran pembantu wanita terbaik Kapsnewon Pundong. Artistik terbaik Kapanewon Bantul. Penata busana terbaik diraih oleh Pundong. Pembagian piala dilakukan dan dipimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Yanatun Yudiana SSi MSi. (Spd)
