18.000 Siswa di Sleman Bakal Terima Bantuan Kuota 35 GB Gratis

share on:
Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati saat memberikan penjelasan kepada wakil orang tua siswa terkait bantuan kuota 35 GB gratis bagi siswa di Sleman, Senin (31/8/2020) || YP-Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Menindaklanjuti Program Indonesia Pintar (PIP) Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, DPC PDIP Sleman melakukan sosialisasi dan penyerahan beasiswa PIP, di Gedung Kesenian Sleman, Senin (31/8/2020). Hadir pada acara ini para wakil orang tua siswa Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta, Anggota Komisi D DPRD Sleman Danang Maharsa, Kabid Hukum PDIP Sleman Ph Iwan Setyawan SH MH dan Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati.

Esti Wijayati mengungkapkan penyaluran PIP kali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena terkait dengan pandemi Covid-19 maka beasiswa diujudkan dalam bentuk bantuan kuota 35 GB untuk masing-masing siswa. “Ini dilakukan untuk memperingan beban orang tua siswa sehubungan belajar mengajar sistem daring,” katanya.

Di Sleman tercatat 18.000 siswa SD, SMP dan SMA yang berhak menerima bantuan tersebut. Tahun 2020 bantuan diberikan kepada 8.900 siswa SD. Sedangkan untuk SMP dan SMA akan selesai diberikan pada akhir 2020.

Semula, jelas Esti, penyaluran bantuan dilakukan pada 1 September 2020. Tapi karena  masih perlu dilakukan ketepatan data, maka dilakukan pengunduran pada pertengahan September. Prinsipnya, pemberian bantuan ini by name, artinya setiap siswa yang terdata akan memperoleh bantuan meskipun dia tidak punya handphone. “Kalau misalnya dalam satu rumah hanya memiliki 1 unit HP yang dipakai oleh tiga siswa, maka ketiga siswa itu tetap memperoleh bantuan. Intinya jangan sampai ada siswa yang tidak terdata,” jelasnya.

Harapan senada disampaikan Danang Maharsa yang kebetulan merupakan balon Wakil Bupati Sleman mendampingi Kustini ini, bahwa bantuan PIP merupakan program yang sangat membantu keberlanjutan pendidikan para siswa di saat pandemi Covid-19. “Ini bagus. Respon masyarakat juga terbukti antusias, karena hari-hari ini para siswa kebanyakan sangat membutuhkan sarana mengikuti pendidikan sisten daring,” tukasnya. (Agung Dwi Purwanto/Met)

 

 


share on: