6 Penyair Yogyakarta Peroleh Kehormatan Tampil di Festival Sastra Internasional

share on:
Empat dari 6 penyair Yogyakarta yang diundang ke FSIGB 2022

Yogyapos.com (YOGYA) – Enam penyair Yogyakarta memeroleh kehormatan tampil dalam event sastra bergengsi ‘Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2022’ yang akan dihelat pada 24-26 September 2022, di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Keenam penyair itu adalah Sutirman Eka Ardhana, Ulfatin Ch, Raudal Tanjung Banua, Marwanto, Asmariah dan Dalle Dalminto. Meski keenam penyair itu masih terus berkarya hingga kini, namun dalam hal mengawali proses kreatif, enam penyair tersebut juga mewakili berbagai generasi, yakni generasi 1970-1980-an (Sutirman Eka Ardhana), generasi 1990-2000-an (Ulfatin Ch, Raudal, Marwanto) dan generasi pasca 2010-an (Asmariah, Dalle Dalminto).

Gelar sastra bertajuk Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2022 ini akan diikuti oleh para penyair dari seluruh Indonesia dan sejumlah negara tetangga.

Tahun ini, FSIGB mengusung tema “Sastra Melayu dan Budaya Kemaritiman”, yang penyelenggaraannya dipusatkan di Kota Kijang Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan Provinsi Kepri.

Setidaknya 350-an penyair akan terlibat meramaikan FSIGB 2022. Jumlah tersebut merupakan peserta yang karyanya dinyatakan lolos kurasi oleh panitia. Sebelumnya, ada sekitar 440-an penyair yang mengikutsertakan karyanya untuk diseleksi. Dari 350-an jumlah penyair yang akan meramaikan FSIGB 2022, 133 penyair berasal dari negeri tetangga, selebihnya berasal dari kota-kota yang tersebar di sejumlah pulau di Indonesia seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT dan lain sebagainya.

Dililihat dari nama-nama penyair yang lolos kurasi tampak beragam mewakili generasi 1970-an hingga kini, era milenial. Tercatat sejumlah penyair senior yang akan meramaikan FSIGB 2022 antara lain Sutardji Calzum Bachri, D Zawawi Imron, Acep Zamzam Nor, Ahmadun Yosi Herfanda, Noorca M Massardi, Kurnia Effendi, Warih Wisatsana, Hasan Aspahani, dan sebagainya. Sementara dilihat dari asal daerah lumayan merata, tiap provinsi terwakili sekitar 4-7 penyair.

Meski ada 350-an penyair yang dinyatakan lolos kurasi, namun tidak seluruhnya bisa hadir di event sastra bergensi tersebut. Terkait keberangkatan ke Bintan Kepri, para penyair dari Yogyakarta ada yang sudah sejak awal mengkonfirmasi tidak bisa datang. Sutirman Eka Ardhana dan Marwanto menyatakan tidak bisa berangkat karena berbarengan acara.

“Menarik acaranya, tapi saya tidak bisa datang karena berbarengan dengan acara lain yang sudah teragendakan lebih awal,” ujar Marwanto yang kini berkhidmat di Forum Sastra dan Teater Kulonprogo, Kamis (15/9/2022).

Meski menyatakan tidak bisa datang, tapi kehadirannya telah diwakili puisinya yang lolos kurasi di buku Jazirah Sebelas. Hal senada juga disampaikan Ulfatin Ch dan Sutirman Eka Ardhana, keduanya dengan sangat berat hati tidak bisa hadir ke acara tersebut. (*)

     


share on: