Ajari Warga Melukis, Camit Arang Buka Studio Tapal Rupa

share on:
Camit Arang di Studio Tapal Rupa miliknya || YP-Yuliantoro

Yogyapos.com (SLEMAN) - Seorang pelukis Yogya, Camit Arang, mengajak masyarakat untuk belajar melukis di sanggarnya, ‘Studio Tapal Rupa’, di Dusun Temon Rt 01 Rw 22, Pandowoharjo, Sleman.

“Melukis itu mengekspresikan hati, menuangkan imaginasi, membuat bahagia. Melepas kesuntukan dengan melukis selain bisa menghasilkan karya juga berdampak positif. Saya  mengajak siapapun yang ingin belajar melukis untuk bergabung di studio saya. Tidak dipungut biaya, namun harap membawa alat lukis sendiri,” kata Chamit Arang, Minggu (30/10/2022). 

Ia mengatakan, sebenarnya semua orang itu bisa melukis, namun pengembangannya tergantung diri masing masing. Melukis adalah kegiatan yang mengeluarkan energi positif. Dengan melukis, seseorang  akan menemukan jalan untuk berekspresi, hingga menghasilkan kepuasan batin, dan kemerdekaan jiwa. Melalui goresan warna yang tertuang mewakili ketenangan, keiklasan dan kejujuran diri sang pelukis.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-160-peserta-ikuti-lomba-lukis-diykyoto-2587

Meski tak semua orang mau melakukannya, berbagi adalah bagian dari fitrah manusia sebagai mahluk sosial. Berbagi ilmu misalnya, sepintas tak terlihat tapi justru sangat bermanfaat.

Pada masa mudanya Chamit pernah hidup menggelandang sebagai pelukis wajah di bilangan Malioboro Yogya. 

“Pada masa itu Malioboro bagaikan Kawah candradimuka bagi para seniman. Banyak seniman hebat dari berbagai bidang lahir di sana. Saya banyak belajar di sana, dan akhirnya berkesempatan mengajari orang awam yang ingin melukis,” papar Chamit lebih lanjut.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pameran-lukis-solusi-di-ndalem-ngaji-drawing-dibuka-alex-luthfi-7043

Dari hidup melukis di jalan dan terus melanjutkan pendidikan desain Grafis MSD (Modern School Design) dan kemudian buka sanggar lukis ‘Studio Tapal Rupa’

Selain menjadi juri dalam berbagai lomba melukis, kini banyak workshop melukis yang mengundangnya sebagai pemberi materi. 

“Saya pernah memberi pelatihan bagi bara napi di LP Pondok Bambu. Mengisi acara komunitas perempuan di Hotel Hyatt juga pernah,” kata Chamit.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-37-lukisan-tahta-untuk-rakyat-dipamerkan-di-jogja-gallery-3759

Meski tidak pernah tercatat, hingga kini ada ratusan orang yang secara langsung telah diajarinya melukis. Beberapa orang diantaranya bahkan serius menjadi pelukis dan mengikuti berbagai pameran lukisan.

“Yang eksis sebagai seniman lukis ada tujuh orang. Ada seorang murid  yang pernah mengadakan pameran tunggal. Sementara Saya, gurunya, malah belum pernah pameran tunggal,” Chamit bercerita sembari tertawa ringan.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-archa-project-gelar-pameran-lukisan-dan-galang-donasi-terdampak-pandemi-2545

Selain untuk jadi pelukis professional, yang belajar melukis kepadanya itu datang dari berbagai latar belakang. “Damiana Endah Prabawati, di tengah berbagai kesibukannya sebagai seorang dokter gigi dia menyalurkan hobinya yaitu mengkombinasikan antara lukis dan sulam,” papar Chamit mencontohkan. (Yuliantoro)

 


share on: