Al Iswat Hadir di Proyek Jalan Tol, Seperti Ini Perannya

share on:
Lokasi pemindahan jazad Kyai Kromo Ijoyo alias Mbah Celeng di Dusun Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, DIY, Kamis (16/1/2025) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pembangunan Jalan Tol di wilayah DIY membutuhkan lahan yang tidak sedikit, kawasan makam pun tak luput terimbas lantaran dilintasi trase jalan. Sehingga dibutuhkan proses pemindahan jazad atau jenazah untuk direlokasi di tempat yang baru. Prosedurnya tak sesimpel yang dibayangkan. Seperti yang dilakoni Tim Al Fatihah Istighfar dan Sholawat (Al Iswat) asal Semarang Jawa Tengah. Lembaga ini didirikan pada 2008.

BACA JUGA: Catatan Wahjudi Djaja: Dari Advokat ke Penyair, Kamal Firdaus Tinggalkan Puisi Demokrasi

Memindahkan makam sebenarnya bukan hal yang spesial. Namun, tetap ada prosedur yang harus dilalui,” tutur Ketua Tim Al Iswat, Joko Yudho saat berbincang dengan yogyapos.com disela pemindahan jazad Kyai Kromo Ijoyo di Ketingan Tirtoadi, Kamis (16/1/2025). 

Menurut Joko, prosesi diawali dengan selametan dan berdoa selama tiga hari berturut-turut. Lantas selametan bedah bumi di lokasi makam dan dilanjutkan penggalian. Setelah tanahnya digali, kemudian tulang belulang, kain kafan, maupun tanah di dalamnya dimasukkan kedalam peti kayu ukuran panjang 1 Meter dan lebar kurang lebih 30 Cm.

“Untuk tiap jenazah diberi alas tiga lembar kain kafan. Lalu peti dimasukkan ke dalam mobil, dibawa ke lokasi permakaman baru,” jelasnya. 

BACA JUGA: Pemohon SIM di Kalurahan Condongcatur 'Dimanjakan' Alunan Gamelan

Diungkapkan, penggalian dilakukan dengan cermat, meski terkadang tidak ditemukan apapun di dalam liang lahat yang dibongkar. Jenazah di dalam peti disemprot dengan air zamzam, wewangian.

Joko Yudho, Ketua Tim Al Iswat || YP-Eko Purwono

“Kadang kami tidak menemukan apa pun. Hanya tanah yang memiliki tekstur berbeda dan dipercaya sebagai bekas jazad, di jazad Kromo Ijoyo ditemukan tulang-tulang ukuran kecil,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Hasan Nasbi Pantau Makan Bergizi Gratis di SDN Sinduadi Timur dan SMPN 5 Depok,

Selama ini, piihaknya telah dipercaya dalam pemindahan makam yang terdampak proyek Jalan Tol Jogja- Bawen dan Tol Jogja-Solo serta proyek pemerintah lainnya. 

Sebelumnya, Pemindahan makam Kyai Kromo Ijoyo atau Mbah Celeng didahului upacara adat yang dipimpin langsung oleh GKR Mangkubumi selaku perwakilan dari Keraton Yogyakarta pada Rabu (15/1/2025).

Upacara diawali dengan masuknya rombongan bregada menuju area Mbah Celeng. Selanjutnya, dua pohon bibit pule dibawa masuk ke dalam area makam. GKR Mangkubumi yang merupakan putri raja Keraton Yogyakarta memimpin doa. Kemudian, bibit pule tersebut dibawa bregada ke lahan relokasi dan ditanam disana. Dilanjutkan penggalian makam pada Kamis (16/1/2025). (Opo) 


 


share on: