Yogyapos.com (SLEMAN) - Upaya peningkatan perekonomian demi kesejahteraan masyarakat terus dilakukan oleh Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Salah satunya melalui sektor pariwisata, yakni dengan cara melanjutkan kembali pembangunan Agrowisata Klengkeng, di Dusun Mangkudranan, Ngebong.
Lurah Margorejo, Drs H Ahmad Jalaludin mengungkapkan, pembangunan Agrowisata Klengkeng itu sempat dihentikan karena sempat ditolak oleh warga Nglebeng dan Ngamboh. Karenanya kemudian dilakukan koordinasi dan perencanaan, yang hasilnya diputuskan untuk melanjutkan pembangunan dengan cara memindahkannya area seluas 6 hektar, di Mangkudranan.
“Alhamdulillah sekarang dimulai lagi pembangunannya. Semua sudah disosialisasikan, warga mendukung,” ujar Ahmad Jalaludin kepada yogyapos.com, Senin (14/12/2020).
Pembangunan yang tengah dilakukan berupa rest area seluas 1 hektar, meliputi lahan parkir untuk menampung 200 unit bus, toilet, Museum Batik dan taman bunga dengan memberdayakan warga setempat.
Sebagian klengkeng juga sudah mulai ditanam di sana. Sehingga diestimasi pada dua tahun ke depan sudah bisa dipanen. Ini bertepatan dengan rampungnya pembangunan seluruh insfrastruktur. “Kami jadwalkan dua tahun selesai dan siap dikunjungi wisatawan. Pembangunan agrowisata ini menelan biaya Rp 50 miliar,” jelasnya.
Ahmad menegaskan, prinsip dasan kawasan tersebut adalah demi pemberdayaan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga prosesnya pun melibatkan warga, termasuk untuk tenaga kerjanya.
Dibukanya agrwisata klengkeng ini juga sekaligus menampung UKM. Bukan saja dari kalurahan, tetapi semua UKM yang ada di Kepanewon Tempel diberikan ruang usaha di kawasan tersebut. “Kami punya orientasi agrowisata ini menjadi gerbang Yogyakarta, seiring dibukanya Tol Semarang-Yogya,” katanya, optimis.
Agrowisata Klengkeng, sambung Supriyono selaku salah satu pamong, bakal menjadi backgroud yang sangat bagus bagi kebangkitan para petani berbudidaya tanaman buah klengkeng. (Agung DP)
