Yogyapos.com (SLEMAN) - Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, di Kantor Kapanewon Prambanan, Kamis (26/2/2026).
BACA JUGA: Sektor Konstruksi Menuntut Kesiapan SDM Sejak Dini, HAKI DIY Komit Jalin Kemitraan dengan Kampus
​Kegiatan monev ini merupakan kegiatan guna memastikan upaya penurunan angka kemiskinan di tingkat wilayah berjalan dengan baik. Angka kemiskinan di Kapanewon Prambanan tercatat mengalami tren menurun dari 11,15% pada tahun 2023 menjadi 9,24% pada tahun 2025.
BACA JUGA: Sidang Dugaan Pemalsuan Merek, Hakim Periksa Tiga Saksi
​Dalam pelaksanaannya, monev penanganan kemiskinan dikemas dalam diskusi langsung bersama PKH, Lurah dan Dukuh terkait graduasi data serta optimalisasi berbagai potensi lokal untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
BACA JUGA: Sejumlah Sekolah di Tridadi Sleman Sudah Dua Bulan Tak Menerima MBG?
​Wakil Bupati Sleman menyampaikan bahwa penanggulangan kemiskinan adalah perintah konstitusi. Menurutnya, pemerintah dari tingkat Kabupaten hingga Padukuhan harus bersinergi memastikan bantuan tepat sasaran melalui data masyarakat miskin yang akurat.
Wabup Sleman bersama Tim Monev || YP-ist
​"Menurunkan kemiskinan bukan sekadar angka, tapi tugas kita bersama. Saya mengapresiasi keberanian wilayah melakukan graduasi data. Jangan ada rasa sungkan untuk mencoret warga yang sudah mampu agar tercipta keadilan data," jelas Wabup yang sekaligus Ketua TKPK Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Indonesia Trail Run Series Dorong Olahraga dan Wisata Kelas Dunia
​Danang juga menekankan pentingnya kejujuran data melalui mekanisme Musyawarah Kalurahan (Muskal) sebagai otoritas tertinggi dalam menentukan kelayakan penerima bantuan, guna menghindari fenomena warga yang mampu namun enggan dilepas status miskinnya.
BACA JUGA: Humoriezt Dukung Kondisivitas DIY, Puluhan Perwakilan Ormas Deklarasi Ramadan Damai
Panewu Anom Kapanewon Prambanan, Sigit Yasien menyampaikan Kapanewon Prambanan tengah memprioritaskan program penanggulangan kemiskinan melalui sinergi dengan sektor pariwisata seperti Tebing Breksi. Langkah ini mencakup penyerapan tenaga kerja lokal hingga penyaluran bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.
BACA JUGA: Gugatan terhadap RS dan Dokter Mata, Hakim Beri Kesempatan Mediasi
Selain itu, upaya memutus rantai kemiskinan juga dilakukan lewat program beasiswa pendidikan dan bimbingan belajar gratis di tingkat kalurahan. Program ini disertai dengan pemberian bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta berbagai kegiatan padat karya.
BACA JUGA: Rakor di Dispertaru DIY Dihadiri Danrem, Gubernur Apresiasi Program KDKMP
Langkah penguatan ekonomi juga terus didorong melalui pemberian pinjaman tanpa agunan oleh BumKalMa Roro Jonggrang serta pemanfaatan tanah kas desa untuk pertanian. Tak hanya itu, pelatihan UMKM bagi kelompok PKH juga terus diberikan guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.
BACA JUGA: Korem 072/Pamungkas Terima Kunjungan Tim Audit Itjen TNI Periode I TA 2026
Mengakhiri sambutannya, Danang berharap masyarakat lokal dapat ikut menikmati pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata di Prambanan, sehingga angka kemiskinan dapat terus ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (*/Agn)
