Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Ling kungan Hidup (DLH) dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem di tengah lonjakan mobilitas masyarakat, selain akan menerjunkan Tim Reaksi Ce pat (TRC) juga akan mengatifkan kembali layanan Posko 24 jam.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Pelak sana BPBD Sleman,Raden Haris Martapa SE MT, di Aula Dinas Pertanian Sleman, Senin (3/3/2026).
Menurutnya berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, curah hujan masih tergolong signifikan hingga Maret-April 2026. Curah hujan diperkirakan mencapai 151–400 mm per bulan kategori menengah-tinggi.
"Meski tren menunjukkan penurunan menuju Mei sebagai masa peralihan musim, risiko hujan lebat disertai angin kencang, petir, banjir, dan tanah longsor tetap perlu diwaspadai," kata, Haris yang juga akan membuka Posko Lebaran pada 15–24 Maret 2026.
Dalam merespon kejadian seperti pohon tumbang, tanah longsor maupun banjir yang akan mengganggu jalur mudik, ihaknya akan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam beberapa shift dan berkoordinasi lintas sektoral diperkuat bersama TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan relawan guna memastikan jalur evakuasi dan kawasan strategis tetap aman dan terkendali.
Selama Idul Fitri di DIY diperkirakan akan menerima kunjungan sekitar 4 juta wisatawan di lereng Merapi menjadi salah satu titik dengan potensi risiko hidrometeorologi. Selain kesiapan aparat, pada masyarakat diminta beperan aktif memangkas pohon risiko tumbang dan menghindari wilayah longsor pada saat turun hujan maupun menyiapkan tas siaga bencana.
"Kami mengimbau pengelola destinasi wisata menyiapkan peralatan keselama tan, mengecek jalur evakuasi, serta me mastikan kesiapan personel siaga.Disam ping itu wisatawan diminta mematuhi arahan pengelola demi keselamatan bersama. dan memperhatikan rambu," tandas Kepala Pelaksana BPBD Sleman ini.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat kesiapsiagaan bersama agar merayakan Idul Fitri 1447 berjalan lancar dan aman. (Agn)
