Aria Nugrahadi Imbau Kenyamanan Wisatawan di Turgo

share on:
Kabid Pengembangan Destinasi Dispar DIY, Aria Nugrahana ST MEng mencermati data lapangan || YP/Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki karakter khusus, Pokdarwis Turgo harus memikirkan bagaimana caranya agar wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Turgo bisa nyaman, selamat dan berkesan. Terutama bagi wisatawan dan peziarah yang ingin naik ke Bukit Turgo tempat makam Syekh Jumadil Qubro. Ini mengingat jalur naik ke puncak ada sisi yang relatif ekstrim, sehingga kita perlu memikirkan konstruksi yang tepat, aman, dan ramah lingkungan.

Demikian pesan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar DIY, Aria Nugrahadi ST MEng kepada Pokdarwis Desa Wisata Turgo (Dewa Turgo) Purwobinangun, Pakem, Sleman saat pencermatan hasil pengukuran dan validasi data lapangan di Sekretariat Dewa Turgo, Selasa (18/2/2020). Hadir Ketua Pokdarwis Dewa Turgo, Wasi SHI dan pendamping Dewa Turgo antara lain Deksa R Yuridita serta warga masyarakat Turgo. Turgo akan dijadikan destinasi wisata religi dan minat khusus.

Aria mengungkapkan, bila kita menggunakan syarat minimal destinasi maka akses merupakan unsur vital yang tak boleh diabaikan. "Turgo lama dikenal dengan keberadaan makam aulia, maka akses ke puncak dimana ada makam beliau harus diprioritaskan. Misalnya, setiap 10 m dibangun bordes terutama pada lokasi dimana sudut kemiringan lebih 60°. Ini dimaksudkan agar wisatawan merasa nyaman. Selain itu, kita usahakan agar tempat pemberhentian dengan view Merapi yang bisa dilihat secara utuh dan lengkap,” Katanya.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Dra Hj Sudarningsih MSi berpesan agar Pokdarwis Dewa Turgo dikelola dengan manajemen dan tata kelola yang benar. "Dewa Turgo harus segera siapkan diri untuk rintisan desa wisata. “Di Sleman ada 47 desa wisata dengan warga dan karakter masing-masing. Turgo satu-satunya rintisan desa wisata religi di Sleman. Oleh karena itu, para pengelola harus mempunyai visi, komitmen, dan daya juang yang tinggi agar segera bisa mengikuti desa wisata yang lain dan naik grade,” pesannya.

Tahun 2020, lanjutnya, di Sleman ada 150 even yang bisa untuk dijadikan awal ambil bagian dan unjuk gigi Dewa Turgo sebagai desa wisata. ‘Dolan Sleman Marahi Tuman’ harus jadi jargon dan daya dorong untuk dijadikan penyemangat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo SSn MM mengatakan lambat tetapi pasti Turgo akan menjadi destinasi ikonik wisata Sleman. "Ini harus dipersiapkan dan diantisipasi oleh para pengurus. Apalagi dalam waktu dekat akan ditandatangani Pergub tentang SOP pendirian Desa Wisata di DIY. Nomenklatur pembiayaan desa wisata akan ditransfer ke desa. Kita berharap agar pendamping mendampingi desa kaitannya dengan hal-hal administrasi berkaitan program-program," ujarnya. 

Sekali lagi Turgo adalah satu-satunya desa wisata reliji tidak hanya di Sleman akan tetapi di DIY. Kotagede dan Imogiri yang sudah mapan sejak dulu belum terbentuk kesadaran masyarakat akan potensi wisatanya,” tandasnya.(Wahjudi Djaja)

 


share on: