Yogyapos.com (BANTUL) - Kondisi keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 menimbulkan keprihatinan. Greget pemulihannya pun dilakukan oleh banyak pihak, pemerintah maupun kalangan swasta dan tokoh-tokoh masyarakat.
Tak terkecuali anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bantul, Arni Tyas Palupi ST, hingga kini beratensi melakukan upaya pemulihan perekonomian warga di wilayahnya dengan kegiatan turba (turun bawah) menemui dan menampung aspirasi warga.
“Saya melihat bahwa akibat pandemi Covid-19 kok berpengeruh sekali melemahkan perekonomian masyarakat Bantul. Upaya pemulihan harus dilakukan bersama. Maka selaku anggota dewan, saya juga ikut aktif. Salah satu caranya melakukan upaya perbaikan sarana prasarana untuk akses kegiatan perekonomian masyarakat,” kata Arni Tyas Palupi ST saat turba dan mengumpulkan aspirasi warga, di Jembatan Sungai Opak Nambangan Nangsri Kapanewon Pundong Bantul, Senin (28/3/2021).
Dirinya sengaja ke lokasi (Jembatant Sungai Opak, red) tersebut karena berdasarkan informasi dari warga bahwa tempat itu termasuk rawan kecelakaan lalulintas. Beberapa waktu yang lalu terjadi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, hasil pengamatan di lapangan, jembatan itu juga memerlukan pagar pembatas untuk keamanan yang lewat tempat ini.
“Saya bersama sejumah warga mengupayakan agar itu nantinya dilengkapi pagar. Bahkan saya sempat ikut serkileran (patungan) untuk membuat pagar,” kata Arni.
Dikatakan, turba secara pribadi ini merupakan respon dan menindak lanjuti pernyataan Menkom Perekonomian Airlangga tentang upaya pemulihan perekonomian akibat dampak pendemi Covid-19. Jika sarana prasarana untuk aksis kegiatan perekonomian di Bantul baik, harapannya dapat mempercepat pemulihan perekonomian warga.
Sementara itu, menurut Lurah Selopamioro Kapanewon Pundong, Marhadi Badrun, mengatakan Jembatan Nambangan Nangari Sungai Opak menghubungkan wilayah Kalurahan Srihardono dengan Selopamioro Kapanewon Pundong.
“Namun jembatan hanya diperuntukan dilewati oleh pejalan kaki, pengendara sepeda motor dan sepeda onthel. Maka diharapkan nantinya bisa diperlebar supaya dapat untuk dilewati mobil angkutan. Sehingga para penguna jalan dari Gunungkidulke Bantul atau sebaiknya bisa semakin lancar,” kata Marhadi Badrun.
Jembatan lama Nambangan Nangsri jebol akibat banjir pada tahun 2910. Maka diperbaiki (dibagun kembali) pada tahun 2017 dan hingga kini masih difungsikan untuk pejalan kaki, penyepeda dan pengendara sepeda motor. (Supardi)
