Ashari Kanaba Tegaskan Alumni SMK Harus Jadi Pengusaha Demi Kemandirian Bangsa

share on:

Yogyakarta.com (YOGYA) - Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk berbagai hasil industri. Sayangnya, saat ini kita masih belum menjadi bangsa yang mandiri. Kita masih menjadi bangsa yang dijajah secara ekonomi, karena semua kebutuhan hidup rakyat Indonesia masih didominasi produk asing.

“Suka tidak suka, saat ini kita sedang dikuasai Cina, negara ini akan menjadikan kita sebagai bangsa konsumen selamanya,” kata Ashari, owner PT Hari Mukti Teknik saat memberikan pembekalan dalam pekan karir di SMKN 2 Yogyakarta, (31/3/2023).

Ashari menegaskan, tegaknya sebuah bangsa tegantung dari kemandirian bangsa itu sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin kuat industri dalam negeri maka bangsa itu juga akan semakin kuat. Sebaliknya bila industrinya lemah dan tergantung asing, akan semakin gampang ditundukkan.

“Saat ini, kini termasuk bangsa yang lemah karena tidak ada kemandirian sebagai bangsa dan mudah dikuasi produk asing,”tandas Ashari.

Menurut Ashari, untuk bisa menjadi bangsa yang mandiri dan terlepas dari penjajahan ekonomi bangsa asing, perlu ditumbuhkan banyak entrepreneur yang menggeluti berbagai bidang industri. Dengan banyaknya aneka industri yang digeluti anak bangsa sendiri, otomotis negeri ini akan menjadi kuat karena tidak gampang ditundukkan oleh asing.

“Saya berharap akan banyak tumbuh kewirausaahaan di berbagai industri dari anak-anak terdidik seperti lulusan SMK,” kata pemilik usaha mesin laundry merek Kanaba tersebut.

Dihadapan ratusan siswa kelas XII yang akan segera lulus tersebut, Ashari membakar semangat dengan memberikan motivasi bagaimana menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Ia memberikan contoh bagaimana dia berhasil membesarkan PT Hari Mukti Teknik, yang  kini menjadi produsen mesin kaundry dalam negeri yang ber-SNI.

“Saat ini kami sedang dalam proses meraih ISO,” katanya.

Disampaikan juga, bahwa menjadi pengusaha memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila didukung dengan pengalaman kerja di bidang usaha yang akan digeluti. “Sebelum berwirausaha, kita cari pengalaman dulu dengan bekerja di perusahaan yang bisa kita masuki,” tandasnya.

Ashari Kanaba saat memotivasi ratusan siswa SMKN 2 Yogyakarta

Ashari juga berharap, bila tak ingin melanjutkan kuliah, lebih baik segera langsung bekerja. Dan baiknya jangan memilih-milih pekerjaan yang ideal. Apalagi belum-belum sudah berpikir gaji yang besar. “Jangan pilih-pilih pekerjaan yang ideal nanti kita yang mengidealkan sendiri pekerjaan itu,” papar Ashari.

Bila ingin bekerja, hal yang pertama jadi pertimbangan bukan soal gaji, tapi kesempatan untuk bisa bekerja sambil belajar. Diperusahaan bisa mendapatkan ilmu yang tidakbisa di dapat di bangku sekolah. “Pintar-pintar memanfaatkan peluang untuk mengasah ketrampilan di tempat kerja” tutur Ashari.

Apa yang diungkapkan Ashari tentu berdasarkan pengalaman pribadi. Saat pertama bekerja di sebuah perusahaan, Ashari yang juga alumni SMKN 2 ini mengaku mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.

“Saya jurusan mesin dan bisa mengoperasikan mesin bubut, tapi saya hanya jadi tukang bikin minum untuk karyawan, dan saya tidak berpikir mau digaji berapa,” ungkapnya.

Meski hanya bekerja sebagai tukang bikin minum, namun Ashari menikmati pekerjaan. Dan ia bekerja sepenuh hati dalam melayanipara karyawan. Dari sinilah, ia menjadi dekat dengan sesama karyawan yang punya keahlian di bidang pengelasan. Ia pun akhirnya diberi kesempatan untuk belajar las. “Bila para tukang selesai bekerja, saya diberi kesempatan belajar,” tuturnya.

Dari belajar dan akhirnya memiliki keahlian dalam pengelasan itulah yang kemudian membawa perubahan dalam kehidupan Ashari. Dari tukang bikin minuman, ia naik pangkat menjadi tukang las. Dan dalam waktu tidak lama karena hasil kerjanya dinilai bagus, ia mendapatkan kepercayaan menjadi kepala produksi.

Setelah merasa matang dan pengalaman ikut orang, Ashari akhirnya berpikir untuk mandiri. Ia awalnya mendirikan bengkel rekayasa. Ia melayani pembuatan berbagai mesin produksi. Dari sinilah usaha mulai berkembang dan sekarang merambah keproduksi mesin laundry untuk industri.

Dalam kesempatan itu, Ashari juga menyampaikan filosofi perusahaan yang dimpinnya di PT Hari Mukti Teknik, yakni Jujur Disiplin dan Bersyukur. Tiga hal inilah yang selama ini menjadi nilai-nilai yang wajib dijalankan semua karyawan. Dengan jujur dan disiplin, bisa menghasilkan karya yang terbaik. Dan dengan bersyukur akan selalu mendapatkan kenikmatan dari Tuhan.

Selain soal filosofi, kunci sukses seseorang tidak lepas dari peran orang tua. Dia meminta, anak-anak yang masih memiliki orangtua harus bisa membahagiakan orangtuanya. “Bahagiakan orangtua kalian, maka kalian akan mudah menjalani hidup ini,” tandas Ashari.

Hal lain yang tak kalah penting, Ashari berpesan bahwa semua orang punya kesempatan untuk sukses termasuk dengan para lulusan SMK. Ia berharap, alumni `SMK  bisa mengikuti jejaknya menjadi pengusaha. “Saya hanya lulusan SMK tapi Alhamdulillah bisa menciptakan produk yang nilainya hingga miliaran rupiah,” jelasnya.

Sebagai seorang entrepreneur, Ashari juga mendorong karyawannya untuk bisa mandiri. Ia menjelaskan sudah ada puluhan karyawannya yang kininaik status menjadi pengusaha mandiri. “Alhamdulillah sudah ada puluhan karyawan yang kini sukses jadi pengusaha sendiri,” tuturnya. (Gin)

 

 


share on: