Yogyapos.com (SLEMAN) - Ribuan warga Minomartani dan sekitarnya memadati jalan sejak Plosokuning sampai lapangan Minomartani Ngaglik Sleman selepas Magrib pada Jumat (22/9/2023). Mereka antusias menunggu jalannya Lomba Kirab Maulid yang bergerak dari kompleks Masjid Pathok Negoro. Perlombaan besar-besaran yang baru pertama kali digelar ini untuk memeriahkan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
BACA JUGA: Pembinaan Forum Rois Sleman Tengah Tingkatkan Pengetahuan dan Wawasan
“Rangkaian peringatan digelar sejak Kamis malam berupa Festival Badui. Dilanjutkan lomba Kirab Maulid pada Jumat malam dan diakhiri Maulidurrasul pada Sabtu malam. Di sela-sela itu kami menggelar pasar UMKM di sepanjang jalan kawasan Plosokuning. Alhamdulillah, sambutan dan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” kata Habib Abdullah bin Fuad Basyaiban selaku Ketua Panitia, Jumat (21/9/2023) malam.
Lomba Kirab Maulid ini istimewanya, manurut Habib Abdullah, digerakkan 300-an pemuda yang bahu-membahu tanpa mengenal lelah dalam waktu relatif singkat.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk: Pembekalan Warga Terlatih Ciptakan Kesadaran Bela Negara dan Pertahanan Wilayah
“Hadiah utama berupa seekor sapi. Melihat kecintaan masyarakat pada nabinya, rasanya tak ada yang sia-sia dari kerja keras kita,” tandasnya.
Lomba Kirab Maulid diikuti oleh enam kontingen yang masing-masing melibatkan 200-an anggota. Setiap kontingen menampilkan performans di hadapan ribuan penonton yang memadati Lapangan Minomartani. Selain menampilkan koreografi bermuatan sejarah era nabi, mereka juga membuat maskot yang sesuai dengan narasi yang dibawakan.
“Festival ini merupakan modal berharga untuk membangun Plosokuning dari aspek budaya religi. Keberadaan Masjid Pathok Negoro harus berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Kita berharap ini menjadi agenda tahunan sehingga mampu menggerakkan perekonomian warga masyarakat. Ada lebih dari 50 stan UMKM yang terlibat dan ini merupakan langkah awal yang patut dilanjutkan serta didukung semua pihak,” ungkap Wahjudi Djaja dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) yang menjadi salah satu juri Kirab Maulid.
Juara Kirab Maulid adalah kontingen Plosokuning II, disusul Plosokuning V dan Plosokuning I (Gantalan). Sedangkan pemenang Maskot Terbaik diraih kontingen Plosokuning II. Selain Wahjudi Djaja, bertindak sebagai juri lomba adalah Seno Classical, Ahmad Nabil Mubarak, dan Adit S. Aspek yang dinilai antara lain ketepatan bacaan, kreatifitas, keunikan dan kekompakan.
BACA JUGA: Satlantas Polres Bantul Terbitkan Puluhan SIM D
Salah satu warga Minomartani, Nurcholis, kepada yogyapos.com menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Acara ini sangat bagus dan bisa dikembangkan untuk mengangkat potensi kebudayaan Plosokuning. Pasar UMKM juga bisa digelar selama Ramadhan agar masjid pathok negoro ini semakin hidup,” katanya. (Iud)
