Balon Bupati Sutrisna Wibawa Disambut Hangat Warga

share on:
Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd bersama Direktur Eksekutif JGW Dadang Iskandar || YP-Ismet

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Bakal calon (balon) bupati Gunungkidul, Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd mendapat sambutan hangat masyarakat saat hadir dalam dialog bersama LSM dan jurnalis, di Kesatrian Limasan Iskandar, Dusun Ngunut, Wonosari, Kamis (18/6/2020).

Meski acara diagendakan dimulai pukul 15.00, tapi puluhan warga sudah tiba di lokasi pada dua jam sebelumnya. Mereka sebagian besar tokoh-tokoh pemuda dari sejumlah kecamatan dan aktivis sosial.

“Saya memang rektor. Tapi kehadiran saat ini sebagai pribadi yang kebetulan telah didorong oleh berbagai pihak untuk mencalonkan sebagai Bupati Gunungkidul. Tapi tentu saja ini bukan kampanye, melainkan hadir untuk berdialog tentang Gunungkidul,” ujar Sutrisna yang kini masih sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengawali sambutannya dalam dialog yang dipandu moderator Direktur Eksekutif JGW, Dadang Iskandar.

Sutrisna menyatakan, Gunungkidul hari ini sudah relatif berkembang. Meski demikian masih sangat membutuhkan transformasi sebagai syarat untuk lebih maju. Transformasi ini menyangkut banyak hal, terutama peningkatan sumber daya manusia (SDM) seiring dengan era digital.

Unsur penting transformasi adalah pendidikan. Ini perlu dilakukan karena pendidikan penting untuk mendukung dalam peningkatan (SDM) yang siap untuk mengolah sumber daya alam (SDA).

“Batu dan kayu misalnya, itu merupakan SDA yang luar biasa, apalagi lahan-lahan yang masih kosong bisa untuk pengembangan peternakan dalam skala besar, skala industri maupun home industri dengan kepemilikan individu tapi dibikin kelompok,” ulasnya.

Transformasi ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat ketercukupan sandang, pangan, papan hingga kesehatan. Selain kesejahteraan kebutuhan pokok, juga kesejahteraan yang tidak secara langsung yaitu ketercukupan saran dan prasarana publik. Misal kepuasan atas akses jalan yang bagus maupun layanan atau jasa maupun regulasi perizinan.

Tentang layanan ini menyangkut birokrasi. Sehingga dibutuhkan penataan birokrasi yang efektif dan efisien agar memudahkan masyarakat. Dengan kemudahan yang tepat dalam yang dilakukan birokrasi maka pergerakan masyarakat pun cepat. Tentang hal ini diikuti penggunaan teknologi. Karena kehidupan kita sekarang tak bisa lepas dari teknologi.

“Kita di rumah bisa belanja apa pun menggunakan aplikasi. Pemasaran produk apapun juga kini mulai bergeser dilakukan melalui aplikasi,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan pemajuan di bidang olah raga, Sutrisna menyatakan perlunya dibangun spor center-sport center dan pembinaan intesif di desa-desa. Hal yang sama dilakukan di bidang seni budaya, sebab banyak potensi seni dan seniman maupun grup ksenian potensial di Gunungkidul. “Jangan sampai masyarakat disini hanya menjadi penonton kesenian dari luar. Tetapi harus sebaliknya yang terjadi,” tukas balon bupati asli Dusun Bejiharjo, Kapanewon, Karangmojo, Gunungkidul

Banyak hal yang disampaikan oleh balon bupati yang mengklaim sudah memperoleh dukungan dari 4 parpol ini, arah transformasi adalah demi kesejahteraan masyarakat.

Pada saatnya nanti ia berjanji akan paparkan semua tentang konsep maupun kiat, termasuk hal-hal yang teknis untuk menjadikan Gunungkidul lebih maju. “Sekarang belum ada penetapan. Tapi betul sudah ada SK dari PAN untuk saya maju sebagai balon Bupati. Insya allah SK dari tiga parpol lain yaitu Partai Demokrat, PKS dan Gerindra segera terbit,” jawab Sutrisna usai acara dialog yang berlangsung dinamis. (Daf/Met)

 

 

 

 


share on: