Yogyapos.com (YOGYA) - Menginjak usia 1 dekade, Batik Goo Ninks berusaha mempertahankan aspek kualitas, inovasi dan tentunya kuantiti produk yang terbatas (tidak pasaran). Dalam setiap motif/jenis, Goo Ninks hanya memproduksi 10 unit. Selain memproduksi busana ready to wear, Goo Ninks juga membuat tas, sepatu serta sejumlah aksesoris.
Nining, selaku owner Batik Goo Ninks kepada yogyapos.com, Selasa (14/1) menjelaskan, jika mempertahankan apa yang telah dicapai lebih sulit dibanding meraih sebuah ambisi.
“10 tahun bagi Goo Ninks bukan waktu yang singkat. Pahit manis dan jalan terjal sudah kami lewati. Berangkat dari nol yang tidak mempunyai disiplin ilmu tentang desain, membuat effort saya harus lebih berjibaku. Singkat cerita, saya pun menemukan formula untuk membesarkan Goo Ninks. Lini kualitas sangat saya perhatikan sekali. Dari kain, jahitan, goresan batik, pewarnaan hingga finishing. Inovasi juga harus saya terapkan kontinyu. Karena fashion selalu berubah mengikuti tren update. Mungkin yang menjadi salah satu trade mark Goo Ninks adalah setiap motif/jenis, maksimal kami hanya memproduksi 10 unit. Di tempat kami tidak ada produksi massal, ini untuk menjaga kualitas dan memberi aspek elegan bagi konsumen yang memakai produk Goo Ninks,” ujar Nining saat ditemui di Rumah Kreatif Sagan, Yogya.
Wanita yang juga aktif di Iwapi Sleman ini menambahkan, aspek yang tidak kalah penting adalah soal marketing (pemasaran). Selain menjual secara fisik (offline) di outlet Goo Ninks yang berlokasi di Bokoharjo Prambanan Sleman, pihaknya juga menerapkan marketing online yang disebar di sejumlah lini marketplace.
“Pada dasarnya konsep marketing yang saya usung adalah ‘pemasaran paseduluran’. Berawal dari satu teman, merembet ke kolega lain. Dan networking pun semakin luas. Kuncinya adalah ‘trust’, saling menjaga kepercayaan dan komitmen. Untuk konsep ide desain, saya rutin membaca majalah fashion luar negeri dan acapkali mengunjungi fashion expo di sejumlah daerah. Ini yang menjadi referensi dan sisi komparasi bagi Goo Ninks,” imbuh Nining yang pada bulan Maret akan melaunching brand ‘GNG’ yang menembak segmen middle up.
Saat disinggung aspek apa yang menjadi sisi ikonik dari Goo Ninks, desainer asal Cilacap ini berujar, warna cerah pastel yang tegas menjadi unggulan produknya. “Serta menyelipkan ambience potongan yang unik dalam busananya. Untuk tren fashion 2020 masih berkutat di warna pastel yang tegas. Celana cutbray akan kembali booming. Produk outer juga semakin digandrungi bagi pecinta fashion, terlebih kaum hawa,” tandas Nining yang berambisi pada 2020 menjajaki bidang ekspor. (ADV)
