BBY Internasionalisasikan Kearifan Lokal Yogyakarta

share on:
Peluncuran buku antologi cerita anak (cernak) sebanyak 20 judul, di Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan, Keraton Yogyakarta, Senin (31/10/2022)

Yogyapos.com (YOGYA) - Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta (BBY) meluncurkan buku antologi cerita anak (cernak) sebanyak 20 judul, di Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan, Keraton Yogyakarta, Senin (31/10/2022) pukul 09.30. Selain itu, diluncurkan juga buku cerita pendek berbahasa Jawa atau carita cekak (cerkak), Dayinta. Buku tersebut berisi 25 cerita karya sejumlah 25 penulis di wilayah DIY.

Ratun Untoro, selaku editor dari BBY, mengilustrasikan buku cerita anak merupakan hasil sayembara penulisan cerita anak berbahasa Jawa dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Beragam pihak yang berkontribusi, antara lain penulis cerita anak, penerjemah, penyunting, dan penulis cerkak.

“Tim BBY juga telah melakukan soft launching keempat kabupaten dan kota se-DIY serta menguji keterbacaan kepada para guru SD dan sebanyak enam ribu anak. Sedangkan antologi Dayinta yang mengakomodasi topik perempuan Yogyakarta sebagai‘suplemen’ munculnya cerita anak,” ungkap Ratun.

Kepala BBY Dra Dwi Pratiwi MPd menambahkan, penerbitan buku cerita anak sebagai upaya mengangkat hal-hal baik yang terdapat di Yogyakarta untuk kemudian ditulis dalam cerita. Selanjutnya, karya mereka akan diterjemahkan dalam Bahasa Inggris sebagai upaya menginternasionalisasikan Yogyakarta melalui cerita berbasis kearifan lokal. Demikian juga pada buku antologi cerkak Dayinta dengan mengangkat cerita bermuatan lokal bertema perempuan ideal.

KRT Rinto Isworo dari Keraton Yogyakarta mengapresiasi upaya BBY dalam melestarikan, merawat, dan mengembangkan sastra dan budayaJawa. Lebih-lebih dengan mengakomodasi generasi milenial agar turutaktif dan peduli pada upaya tersebut. Tema perempuan Yogyakarta dalam buku Dayinta juga klop dengan ketokohan yang telah dirintis oleh Retno Dumilah sebagai isteri Panembahan Senopati. Juga, prajurit perempuan di Keraton Yogyakarta, Langen Kusuma pada era Sultan Hamengku Buwono I dan II.

Selain peluncuran buku, juga diskusi yang dipandu Budi Sardjono dengan dua narasumber Prof Dr Suwardi Endrasworo dan Dr Wiwien Widyawati Rahayu MHum. Suwardi mendeskripsikan isi cerita anak dalam 20 buku terdiri tiga kategori, cerita realis, cerita fantasi, dan cerita campuran antara realis dan fantasi. Sebagian dari cerita fantasi dan campuran juga terdapat fabel, cerita tentang dunia hewan dengan tokoh hewan.

Sementara, Wiwien menangkap beragam kebaruan dari para penulis cerkak atas gagasan, sikap, dan apresiasinya terhadap perempuan. Hasil pembacaan tersebut di luar ekspektasinya, yang disebutnya sebagai “perempuan (yang) terbarukan”. (R TotoSugiharto)

 

 


share on: