Bencana Sumatera: 1.177 Korban Meninggal Dunia, Sejumlah Daerah Transisi Darurat

share on:
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers, Minggu (4/1/2026) || YP-SC YouTube BNPB

Yogyapos.com (BANDA ACEH) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera mencapai 1.177 jiwa hingga Minggu (4/1/2026).

Dilansir dari InfoPublik, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Abdul Muhari mengatakan, jumlah tersebut bertambah 10 orang dibandingkan rekapitulasi sebelumnya. “Tambahan korban jiwa meninggal dunia ini menambah jumlah total dari tiga provinsi. Kemarin, rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 WIB adalah 1.167 jiwa, dan hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa yang meninggal dunia,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (4/1/2026).

BACA JUGA: Meyogyakartakan Dunia

Ia menjelaskan, tambahan korban meninggal dunia tersebar di Aceh Utara sebanyak 3 jiwa, Kabupaten Tapanuli Selatan 5 jiwa, serta Sumatra Barat 2 jiwa.

Selain itu, tim di lapangan juga berhasil menemukan sejumlah warga yang sebelumnya dilaporkan hilang. Hingga saat ini, jumlah orang yang masih dalam pencarian tercatat sebanyak 148 jiwa. 

BACA JUGA: Dwi Manunggal Group Luncurkan 'Jusc dan Mexc', Tingkatkan Target Rp 15 M Setiap Bulan

“Hari ini ada pengurangan 17 nama untuk daftar orang hilang yang dikoreksi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga. Sehingga, jumlah total rekapitulasi nama korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan itu 148 jiwa,” kata dia.

Abdul Muhari menambahkan, jumlah pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut saat ini mencapai 242.174 jiwa.

BACA JUGA: Momentum HAB 2026: Merawat Kerukunan dan Membangun Sinergitas Umat

Terkait status kebencanaan, sejumlah daerah masih memperpanjang masa tanggap darurat. Di Provinsi Aceh, terdapat 10 daerah yang memperpanjang status tanggap darurat, dengan 8 daerah telah memasuki tahap transisi darurat.

Sementara di Sumatra Utara, seluruh daerah telah keluar dari status tanggap darurat. “Di Sumatra Utara ini transisi darurat 14 daerah, tanggap darurat berakhir di dua daerah dan tidak diperpanjang. Jadi, saat ini di Sumatra Utara sudah tidak ada kabupaten/kota dengan status tanggap darurat. Provinsi Sumatra Utara saat ini sudah dalam status transisi darurat,” ujar dia.

BACA JUGA: Kejari Bantul Selidiki Dugaan Korupsi di Pemkal Wonokromo, Bupati Serahkan Hasil Audit

Adapun di Sumatra Barat, perpanjangan status tanggap darurat masih berlaku di Kabupaten Agam. Hal ini disebabkan masih adanya potensi longsor susulan akibat rekahan tanah yang terdeteksi di sejumlah titik.

Ia menegaskan, BNPB bersama pemangku kepentingan terkait terus memantau perkembangan situasi dan mengupayakan langkah mitigasi guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.

BACA JUGA: Kunker Menteri Sakti ke KNMP Pantai Baru Bantul, Disambut Ratusan Nelayan

“Selain Kabupaten Agam, di Sumatra Barat sudah tidak ada kabupaten/kota yang dalam status tanggap darurat. Jadi, semuanya saat ini sudah dalam transisi darurat. Ada tanggap darurat yang berakhir dan ini tidak diperpanjang,” kata Abdul Muhari. (*)


share on: