Yogyapos.com (SLEMAN) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini telah menjadi jaminan kesehatan terbesar di dunia. Pencapaian yang luar biasa ini tentu membuat BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN terus melakukan perubahan.
Dalam hal perbaikan, tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan saja, akan tetapi juga melalui pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati mengatakan saat ini telah mencapai cakupan lebih dari 235 juta peserta dan menjangkau lebih dari satu juta pemanfaatan setiap hari.
“Saat ini yang tidak kalah penting adalah bagaimana melakukan rekrutmen SDM yang berkualitas. Mencari orang terbaik merupakan satu tantangan tersendiri karena merekalah penentu apakah organisasi akan terus tumbuh dan berkesinambungan di masa mendatang,” kata Lily Kresnowati dalam agenda Direksi Goes To Campus di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Senin (31/10/2022).
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan sekaligus menggandeng UII Yogyakarta untuk bersama-sama berkomitmen turut mensukseskan Program JKN sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Peningkatan Kualitas SDM.
“Kami mencari talenta terbaik dari perguruan tinggi terkemuka, salah satunya UII, yang kelak akan terlibat dalam penyelenggaraan Program JKN. Kami ingin, BPJS Kesehatan diisi orang-orang yang berintegritas kuat, mempunyai jiwa kepemimpinan, kemampuan dan kompetensi yang baik, gesit serta semangat inovasi yang tinggi,” jelasnya.
Ia melanjutkan, tantangan mencari orang terbaik khususnya dalam mengelola jaminan kesehatan terbesar ini, sehingga membuat BPJS Kesehatan turun ke lapangan guna menemukan bibit unggul yang dapat membawa perubahan positif bagi BPJS Kesehatan nantinya.
“Saat ini terus memberikan pengembangan kompetensi bagi SDM di BPJS Kesehatan untuk dapat meningkatkan kemampuan, semangat inovasi dan mampu menyesuaikan diri dengan hal-hal baru sehingga dapat melayani peserta JKN dengan optimal,”sebut dia.
,Adapun yang menjadi ruang lingkup adalah proses rekrutmen, magang, program pembelajaran, seminar, workshop, dan pengembangan kompetensi SDM. “UII telah terbukti menjadi kawah candradimuka bagi 126 alumnus yang sekarang berkiprah di BPJS Kesehatan dan pastinya membawa dampak positif dalam perjalanan organisasi ini,” katanya.
Pihaknya berkeyakinan bahwa Kerjasama dengan UII adalah satu langkah tepat dalam menjaring talenta berkualitas yang kelak akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan BPJS Kesehatan.
“BPJS Kesehatan menyediakan data sampel tentang pemanfaatan Program JKN yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh UII untuk keperluan penelitian dan pengembangan,” sebutnya.
Dirinya berharap, hasil yang diperoleh dapat disampaikan kepada BPJS Kesehatan untuk melakukan berbagai koreksi dan peningkatan kualitas layanan penyelenggaraan Program JKN.
“Kami harap ini menjadi awal dari sinergi antara BPJS Kesehatan dengan UII dalam berbagai bidang untuk bersama-sama mendorong kemajuan penyelenggaraan Program JKN di masa mendatang,” harapnya
Sementara itu, Wakil Rektor 4 Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII, Rohidin mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang turun ke lapangan mencari talenta berkualitas dari lulusan perguruan tinggi.
“Kami berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang mengajak kami berpartisipasi dalam menyukseskan Program JKN. Kesempatan yang diperoleh para alumni dan mahasiswa Universitas Islam Indonesia di antaranya magang dan berkarir di BPJS Kesehatan. Ini merupakan peluang yang sangat baik dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,”kata Rohidin.
Dia menyampaikan secara umum proses belajar di UII ada tiga tahap yakni knowledge, experience dan understanding. Kita mendapatkan pengetahuan bisa dari mana saja, bisa dari kelas, membaca buku ataupun sumber literasi lainnya. Sedangkan, pengalaman tidak akan bisa didapatkan tanpa bekerja.
“Magang ini adalah salah satu implementasi kongkrit. Ini bisa menjadi pengalaman yang akan melahirkan pemahaman secara menyeluruh. Mahasiswa atau alumni tidak hanya mendapatkan pengetahuan saja, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan sehingga pemahaman yang menyeluruh diperoleh sebagai bekal untuk berkecimpung di dunia kerja,” imbuhnya. (*/Opo)
