Brigjen Chryshnanda Dwilaksana Raih Gelar Profesor Ilmu Kepolisian

share on:
Brigjen Chryshnanda Dwilaksana || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, menyatakan Polri bangga ada anggota Korps Bhayangkara yang mampu mengaktualisasikan diri sebagai akademisi. Hal tersebut dipertegas dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70393/MPK/KP/2020, tentang penetapan Brigjen Chryshnanda Dwilaksana sebagai Profesor di Bidang Kajian Ilmu Kepolisian.

Perwira yang sering disapa CDL ini merupakan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) yang berjiwa guru atau pendidik. Ia terkenal sebagai dosen santai, namun lugas ketika menyampaikan materi, singkat, serta mudah dimengerti.

“Semoga membawa Polri menjadi lebih baik lagi. Teruslah memberikan nutrisi ilmu dan pengetahuan kepada setiap orang agar setiap orang berguna bagi bangsa dan negara,” kata Irjen Argo Yuwono di Jakarta, melalui rilis yang diterima yogyapos.com, Minggu (23/8/2020).

CDL dikenal sebagai perwira polisi dengan jiwa seni sangat kental. Ia terus berupaya untuk selalu melestarikan budaya. Selain bertugas sebagai anggota Polri, CDL aktif di berbagai komunitas seni budaya. Eksistensinya pada seni budaya patut diperhitungkan, mengingat telah puluhan kali ia mengikuti pameran lukisan tunggal. Begitu pula kegiatan seni budaya lainnya.

Berdasarkan surat keputusan tertanggal 13 Agustus 2020 yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim, jenderal bintang satu itu resmi menjadi professor. Sebuah puncak pencapaian karir CDL dalam jabatan akademik.

“Selamat dan sukses Brigjen Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi. Bertambah satu lagi profesor di lingkungan Polri,” ucap Kepala Divisi Humas Polri.

Sementara, Brigjen Chryshnanda Dwilaksana sendiri kerap menyampaikan polisi sebagai penjaga kehidupan. Hal itu mempunyai makna bahwa penyelenggaraan tugas polisi adalah mendukung produktivitas dengan terjaminnya keamanan dan rasa aman. Menurutnya, polisi juga membangun peradaban di samping melaksanakan penegakkan hukum dan keadilan guna melindungi, mengangkat harkat martabat manusia.

“Dan polisi sebagai pejuang kemanusiaan, demi semakin manusiawinya manusia dan meningkatnya kualitas hidup,” tuturnya.

Perwira berjiwa rendah hati,memiliki pribadi ramah, serta baik hati ini mengungkapkan, apa yang sering disampaikannya adalah suatu pedoman dasar dalam menjalani tugas pokok dan fungsi kepolisian. Sebagai seorang perwira tinggi, dirinya selalu memberikan nutrisi yang baik khususnya bagi anggota Polri.

“Bagaimana polisi harus melaksanakan tugasnya, lalu bagaimana polisi melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Itu selalu saya katakan kepada anggota Polri,” ujarnya. (*/Muf)

 

 


share on: