Yogyapos.com (YOGYA) - Pemerintah melalui Perum Bulog melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 7.285 Kecamatan di seluruh Indonesia, Jumat (30/8/2025). Di Yogyakarta dipusatkan di Kapanewon Umbulharjo.
Program ini berambisi untuk mejamin ketersediaan pasokan ser ta menjaga stabilitas harga yang dapat nenjangkau lapisan masya rakat diseluruh Indonesia.
BACA JUGA: DPR, Dari Jembatan Rakyat ke Tembok Kekuasaan
Kegiatan ini juga dalam rangka meneriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Kegiatan GPM serentak di seluruh kecamatan se Indonedia berpusat di Kantor Kementerian Pertanian RI Ragunan Jakarta.
Sedangkan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, serentak laksanakan GPM di 64 Kapanewon dan 14 Kemantren Kecamatan.
BACA JUGA: Kematian Affan, Luka Kemanusiaan di Tengah Suara yang Dibungkam
Sementara itu, kegiatan GPM di Yogyakarta di pusatkan Kemantren Umbulharjo yang dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Yogyakarta, Pemimpin Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Kepala Dinas Perta nian dan Ketahanan Pangan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Kepala Di nas Perdagangan Kota Yogyakarta, beserta jajaran Forkopimda DIY.
"Pada kegiatan ini juga dilaksana kan dialog interaktif dengan Dirut BULOG dan Menteri Pertanian, secara daring," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati, Jumat (30/8/2025).
Total beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang disediakan pada kegiatan GMP kali ini sebanyak 150 ton. Selain beras, terdapat juga komoditi gula pasir dan minyak goreng.
BACA JUGA:Presiden Undang 16 Ormas Islam, Ketua KB PII Menaruh Apresiasi Tinggi
Bulog Yogyakarta berkomitmen terus melaksanakan kegiatan penyaluran beras SPHP sesuai penugasan pemerintah. Sesuai petunjuk teknis pelaksana SPHP tahun 2025, seluruh distribusi beras SPHP dapat dilakukan melalui beberapa cara.

Diantaranya seperti, pedagang enceran di pasar rakyat, Koperasi Desa atau Kalurahan Merah Putih (KDMP), Pemerintah Daerah melalui outlet pangan binaan dan GPM, Outlet BUMN, Rumah Pangan Kita (RPK), Toko Ritel Mo- dern atau Swalayan, serta melalui instansi pemerintah seperti TNI dan Polri melalui Koperasi atau Gerakan Pangan Murah (GPM).
BACA JUGA: Dua Pamong Kalurahan Margokaton Dilantik
Menurut Ninik,, pangan murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan pangan pokok tetap terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dalam rangka mendukung program SPHP ini tepat sasaran, kegiatan GPM yang dilaksanakan ditujukan untuk konsumen lansung dan tidak untuk di perjualbelikan kembali.
Diktakan, saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan mencukupi, penyaluran SPHP menjadi bagian dari peran aktif BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan sehingga stabilitas harga beras dapat terus terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi," tutupnya. (Agn)
