Bupati Bantul: PPDB di Ponpes Tetap JalankanProtokoler Kesehatan

share on:
Bupati Drs H Suharsono menyerahkan masker usai monitoring ke Ponpes || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dalam melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Bantul untuk tahun ajaran 2020/2021 tetap memperhatikan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19. Dengan cara antisipasi demikian diharapkan tidak  muncul klaster baru.

Penegasan  itu diungkapkan oleh Bupati Bantul, Drs H Suharsono, saat melakukan monitoring perkembangan dan persiapan protokoler Ponpes Ali Maksum Krapyak dalam menghadapi PPDB Tahun Ajaran Baru 2020/202, Rabu (1/7/2020).

Bupati mengatakan, prosedur protokoler tersebut harus dilakukan oleh Ponpes. Apabila perlu adanya rapid tes bagi para santri, maka Pemkab Bantul siap memberikan bantuan tes itu secara gratis.

Sementara itu, Ketua Yayasan (Ponpes) Ali Maksum Ponpes Ali Maksum, Drs Afif Muhammad Khasbulloh MA, menyatakan pondok ini mempunyai 2000 santri. Namun setelah terjadi pendemi Covid-19 mulai Maret 2020 sekitar1.900 diantaranya mereka terpaksa pulang kampung dan sisanya yang100 orang masih berada di ponpes.

"PPDB atau pendaftaran ulang di ponpes ini bagi para santri akan dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 10 Juli 2020. Inipun masih dibatasi serta diperuntukan khusus kepada para santri yang berasal wilayah DIY. Sedangkan yang berasa dari luar DIY terpaksa belum bisa dilaksanakan dan akan dilakukan saat situasi sudah memungkinkan,” kata Afif.

Pada kesempatan sama,Kabag TU Kantor Kementrian Agama Bantul, Basori Alwi, menyatakan pihaknya akan terus mensosialisaikan tentang protokoler kesehatan ke ponpes dan lembaga pendidikan yang ada.

"Acara kunjungan kali ini bagi kami juga merupakan salah satu cara untuk mensosialisasikan protokoler kesehatan,” kata Bashori.

Monitoring kali ini juga disertai degan penyerahan bantuan masker oleh bupati, dan dilanjutkan ke Ponpes Annur Ngrukem Sewon dan Al Imdad Pajangan Bantul.  (Supardi)

 


share on: