Yogyapos.com (SLEMAN) - Aksi lockdown yang dilakukan masyarakat di wilayah Kecamatan Mlati Sleman, direspon Camat setempat dengan sosialisasi ulang bahwa blokade akses masuk pedusunan tersebut jangan dipahami sebagai bentuk menutup interaksi warga dengan dunia luar.
“Istilah lockdown memang sedang ngetrend. Tapi sekali lagi, itu jangan sampai menutup interaksi. Tetap harus ada akses jalan untuk aktivitas warga,” ujar Camat Mlati Sleman, Yakti Yudanto kepada yogyapos.com, usai Rakor dengan Perangkat Desa Sendangadi dan Tim Kesehatan Puskesmas Mlati, Rabu (1/4/2020).
Yakti memaklumi sikap warga. Tapi pada saat bersamaan pihaknya juga langsung turun lapangan dalam rangka menindak lanjuti Instruksi Bupati Sleman Nomor 443/0021 tertanggal 1 Maret 2020 tentang Kewaspadaan dan penanganan Risiko Penularan Infeksi Corona Desease (Covid-19). “Sejak awal Maret kami lakukan sosialisasi atas Intruksi Bupati itu. Maka kemudian banyak warga yang melakukan penyemprotan disifektan dan sebagainya di wilayah masing-masing,” terangnya.
Menurutnya, dalam perkembangan terkini banyak warga yang melakukan penutupan akses jalan dengan mengistilahkannya sebagai lockdown, maka itu tidak harus dipahami secara ektrem. Karena pada praktinya, apa yang dilakukan warga tetap masih pada batas-batas yang terkendali. Masih ada akses jalan untuk keluar masuk aktivitas. Itu sebagai bentuk antisipasi penularan virus Corona.
Sementara Damanhuri selaku Kades Sendangadi mengungkapkan, pihaknya telah membentuk tim penanganan pandemi Corona. Dalam hal ini masing-masing Kepala Dusun menjadi garda terdepan di wilayahnya dengan menggandeng Linmas.
Tim tersebut melakukan pekerjaan lapangan berupa pengawasan hingga preventif berupa penyemprotan disinfektan di rumah-rumah dan fasilitas umum.
“Semua tim sudah berkerja, dan akan terus bekerja demi pencegahan persebaran Covid-19,” katanya.
Damanhuri juga mengimbau warganya agar tidak keluar rumah untuk urusan yang tidak penting. Demikian juga aksi local lockdown jangan sampai terlalu ketat. Melainkan tetap memberi kesempatan kepada warga menjalankan aktivitas pencahariannya.
“Intinya mari kita menjaga bersama agar virus Corona lekas lenyap. Imbauan lain memang kami tekankan bagi yang punya anggota keluarga di luar kota maka mohon disarankan jangan pulang dulu. Kalau pun terpaksa pulang perlu melakukan isolasi diri selama 14 hari,” pungkasnya. (Agung DP)
