Dari Konser 'Sang Penyaksi Zaman' WN Orchestra Ujudkan Obsesi Nomo Koeswoyo

share on:
Nomo Koeswoyo diapit Yeni Eshape (kiri) dan Cita (kanan) menyanyikan 'Andaikan Kau Datang' || YP-R Toto Sugharto

KOES Bersaudara menjadi legenda dalam blantika musik Indonesia. Sejak kelahirannya pada 17 Februari 1958 dengan nama Koes Brothers dan berselang empat tahun kemudian pada 1962 menjadi Koes Bersaudara, lagu-lagu mereka mengisi dan mengiringi kehidupan setiap individu anak bangsa hingga saat ini.

Seperti diakui Ecky Lamoh, personel Edane, di sela-sela penampilannya dalam Konser Orchestra “Sang Penyaksi Zaman”, Rabu (21/9/2022) malam di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Dalam sesi dialog yang dipandu Alit dan Cita, Ecky mengilustrasikan kehidupan pribadinya tidak dapat dilepaskan dari musik hasil kreasi musisi keluarga Koeswoyo, dengan salah satu pendirinya, Nomo Koeswoyo (84).

“Hidup saya selama ini, salah satunya, diisi oleh musik Koes Bersaudara. Itu tak bisa dihindari. Ini adalah kesaksian saya yang jujur, nggak bisa bohong. Mendiang istri saya hapal semua lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus. Jadi, salah satu hal yang membuat kita nyambung adalah lewat lagu Koes Bersaudara. Ini tak bisa saya lewatkan untuk ikut tampil di sini. Ini adalah suatu bentuk pengakuan bahwa memang saya dibesarkan oleh Koes Bersaudara. Pak Nomo adalah tokoh historis, Sang Penyaksi Zaman yang patut jadi contoh,” ungkap Ecky Lamoh.

Konser yang digelar Wanita Ngunandhika (WN) Orchestra menghadirkan Nomo Koeswoyo selaku salah satu pendiri dan personel grup musik Koes Bersaudara. Nomo juga turut membawakan lagu ciptaannya, seperti Layar Tancep dan Piweling serta Andaikan Kau Datang ciptaan Tonny Koeswoyo. Saat ini dari lima musisi pendiri Koes Bersaudara, tinggal Nomo dan Yok Koeswoyo yang menjadi saksi betapa melegendanya lagu-lagu mereka, baik di bawah bendera Koes Bersaudara maupun Koes Plus hingga detik ini. Bahkan, pada tahun 2012 Nomo masih sempat merilis album pop Jawa berlabel Piweling.

Diakui Nomo, perhelatan atas lagu-lagu dan musik karyanya serta karya keempat saudaranya dalam sebuah konser orchestra memang sudah diimpikannya sejak lama. Karenanya, ia bersyukur keinginan tersebut diwujudkan oleh WN Orchestra pimpinan Dra Hj Yeni Rumiyaningtyas.

“Saya matur pada Mbak Yeni,‘Jeng, ngurusi seniman itu nggak mudah.Tapi, saya mendukung, semoga kuat’. Saya bangga kepada Mbak Yeni yang berhasil merekrut seniman,” ungkap Nomo seraya membandingkan pengalamannya mengurusi Rhoma Irama, Franky Sahilatua, Kembar Grup, Usman Bersaudara, dan lainnya yang pelik di awal karier mereka.

Nomo memang sempat keluar dari Koes Bersaudara dan bahkan mendirikan grup musik No Koes, tapi bukan sebagai tandingan Koes Plus, melainkan karena ia ingin membantu seniman-seniman musik yang kesulitan ekonomi di saatitu.

Senada dengan Nomo, Yeni pun sangat bersyukur atas terwujudnya impian mereka bersama. Bahkan, Yeni menganggap menemukan sosok pengganti mendiang ayahnya pada sosok Nomo Koeswoyo. Hal itu pula yang memotivasi Yeni mewujudkan impiannya, selain juga karena ridha suaminya, anak-anaknya, dan kehendak-Nya.

“Saya sangat bersyukur. Mimpi yang selama ini kita impikan, kita angankan, alhamdulillah jadi kenyataan. Saya bahkan merasa ini masih mimpi. Tapi, ini bisa terlaksana karena ridha suami, anak-anak, dan kehendak-Nya,” paparnya.

Perhelatan Konser Orchestra “Sang Penyaksi Zaman” diawali instrumentalia dari lagu-lagu Koes Bersaudara dan Koes Plus. Selanjutnya, disambung penampilan pertama Ecky Lamoh membuka konser dengan lagu Dara Manisku. Penampil berikutnya adalah band Olski dengan tiga personelnya, Dicki Mahardika, Oliyvia Devi Astiti, dan Shohih Febriansyah membawakan lagu Bus Sekolah dengan riang dan jenaka sebagaimana lirik lagunya dan style Olski. Berikutnya lagu Bunder-Bunder dibawakan Gati Andoko lalu Rindu oleh Khusna, Ayah yang dinyanyikan Endang, Kolam Susu dinyanyikan Frida, Why Do You Love Meoleh Ecky Lamoh, Cintamu Telah Berlalu dinyanyikan Prof Drs Ratno Lukito, MA, DCL featuring Frida, berikutnya Layar Tancep dan Piweling dinyanyikan oleh Nomo Koeswoyo serta Andaikan Kau Datang dibawakan Yeni, Cita, dan Nomo Koeswoyo kemudian ditutup lagu Kembali dibawakan bersama-sama seluruh penampil. (R Toto Sugiharto)

 


share on: