Dari Reuni Lintas Angkatan, SMAN 6 Yogya Kini Jadi Sekolah Berbasis Riset

share on:
Kepala Sekolah SMA 6 Siti Hajarwati SPd MPdSi

Yogyapos.com (YOGYA) - Prihatin dengan maraknya tawuran, para guru di SMA 6 Yogyakarta punya kiat khusus mengalihkan kecenderungan tawuran sebagian siswanya guna menghasilkan prestasi. Sekolah ini mewadahi dengan berbagai bentuk kegiatan ekstra kurikuler menampung ‘energi’ berlebih dari para siswanya. 

“Sekolah membuat kegiatan ekstra kurikuler salah satunya riset,” ujar Kepala Sekolah SMA 6 Siti Hajarwati SPd MPdSi saat memberikan sambutan dalam acara Reuni Lintas Angkatan 2023 yang berlangsung, di Aula SMA 6 Yogyakarta, Rabu (26/4/2023).

Reuni ini dihadiri sejumlah tokoh tingkat lokal maupun nasional seperti  mantan Bupati Bantul dan Anggota DPR RI Idham Samawi, Mantan Kapolda DIY Irjen Pol Purn Drs RM Haka Astana M W SH, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharaja serta sejumlah tokoh lainnya. 

Pada kesempatan ini, sekolah juga meresmikan bangunan Aula Wijaya Dharma yang ditandai pemotongan pinta oleh Mayjen Pol Purn Sidharta Danusubroto serta peresmian Pintu Gate sisi Timur yang dilakukan oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Gondokusuman Guritno AP yang ditandai dengan penyiraman air kendi. Kegiatan reuni ini berlangsung sangat meriah dengan penampilan penyanyi Rio Febrian yang tampil membawakan sejumlah lagu hitsnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 6 Yogyakarta Siti Hajarwati menjelaskan, SMA 6 Yogyakarta pada awalnya banyak dianggap sebagai sekolah tawuran mengingat banyak siswanya yang sering terlibat tawuran dengan sekolah lainnya. Untuk itu, kemudian sekolah ini berbenah dan sekarang ini justru melahirkan banyak prestasi terutama dalam bidang riset sehingga sekolah ini sekarang menyandang predikat sebagai sekolah berbasis riset. 

Artis Rio Febrian ikut memeriahkan RAL 2023 SMAN 6 Yogya

“SMA 6 itu kan dulu terkenal tawuran to mas. Semua pernah jadi musuh tetapi kemudian kita membuat inovasi , pokokmen harus berubah. Makanya energi berlebih itu oleh guru-guru disini dan kepala sekolah waktu itu disalurkan ke riset. Biar energinya itu tersalur dan citra sekolah dimata masyarakat juga berubah,” ujar Hajar.

Ditambahkan Hajar, mulai 2009 SMA 6 banyak menciptakan prestasi baik tingkat lokal maupun nasional yang berasal dari anak-anak yang “energi”-nya negatif. Selain itu, bagi para orang tua yang tadi memasukkan anak-anaknya yang kelebihan energi negatif ke sekolah ini, sekarang berubah. Bahkan setelah dinobatkan sebagai sekolah riset, sekolah inijuga menyandang sebagai sekolah adiwiyata. 

Hajar berharap, para alumni  sekolah ini mampu menjadi inspirator, sebagai motivator dan sebagai katalisator (pemacu) kemajuan sekolah . Apalagi sebagai sekolah penggerak,  para siswa membutuhkan  mitra yang bisa menjadi sumber belajar. 

Sementara itu, mantan Kapolda DIY Irjen Pol (Purn) Drs RM  Haka Astana Mantika Widya SH selaku Ketua Keluarga Besar Paguyuban Alumni menambahkan, kemajuan sebuah sekolah tidak terlepas dari peran para alumninya. Untuk itu, untuk kedepan pihaknya berharap terjalin hubungan kekerabatan antar alumni dalam rangka membantu operasional pendidikan SMA 6 Yogyakarta. Karena kesuksesan yang diraih para alumni, berasal dari pendidikan yang dijalaninya di sekolah ini. (SDs)

 


share on: