Desa Tlogoguwo Bangun Destinasi Kampung Kalikalong

share on:
Antusiasme peserta dalam diskusi tentang kepariwisataan di Purworejo || YP/Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (PURWOREJO) - Pengembangan pariwisata harus didukung dengan kelembagaan yang kuat. Dalam lingkup desa, visi kepala desa akan menentukan keberhasilan pembangunan. Bersama kades, kelembagaan desa seperti Bumdes dan Pokdarwis harus mempunyai komitmen dalam menggerakkan program dan melibatkan masyarakat.

Demikian Endro Isnugroho MSi, dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta, saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi kepariwisataan di aula pemerintah desa Tlogoguwo Kaligesing, Purworejo Kamis (2/1/2020). Hadir dalam diskusi itu perangkat desa, Bumdes, BPD, Pokdarwis, PKK, dan Karang Taruna serta tim dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta. 

Lebih lanjut, Endro menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana. "Legitimasi usaha terkait kesinambungan destinasi harus didukung oleh komitmen dan transparansi", tandasnya.

Kepala Desa Tlogoguwo, Mujoko berharap dengan pembangunan lembah Gogoluwas menjadi Kampung Kalikalong bisa menjadi destinasi yang unik, langka, dan diminati wisatawan. "Pemuda Tlogoguwo harus tampil di depan dalam mengembangkan dan mengelola potensi wisata. Dengan begitu, wisata bisa turut menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan", tegasnya.

Sedang Darman (TPID Kaligesing) selaku fasilitator menjelaskan beberapa program telah digerakkan di beberapa desa seperti capturing yakni identifikasi potensi desa, Bursa Inovasi Desa, Replikasi, pengembangan sumber daya manusia (PSDM), dan P2KTD untuk dua desa (Pandanrejo dan Tlogoguwo) pada 2019. Menanggapi program tersebut Kepala Dusun Sumoroto, Kahono, sangat mendukung agar potensi yang dimiliki Tlogoguwo bisa diberdayakan untuk meningkatkan pendapatan warga.

Terkait pembangunan Kampung Kalikalong, dua dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta, Setiawan Priatmoko SET MM dan Drs. Anwani MSi menjelaskan, dari identifikasi terhadap potensi Tlogoguwo ditemukan gua sepanjang 1,2 km yang mengular di bawah pemukiman sampai batas luar, adat tradisi, Tuk Sanga,  pembenahan Taman Batu Guw Sikantong (TBGS) agar semakin nyaman dikunjungi wisatawan. (Iud)


share on: