Destinasi Wisata Jodog Diramaikan Gerobak Sapi

share on:
Sejumlah gerobak sapi siap memanjakan wisatawan Dusun Jodog Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Destinasi wisata yang mengusung ikon gerobak sapi, segera digalakkan lagi di Dusun Jodog Kalurahan Gilangharjo Kapenewon Pandak, Kabupaten Bantul.  

“Diharapkan kegiatan yang berpusat di Desa Wisata Jodog ini akan berjalan lancar dan bekembang,” kata penggiat wisata gerobak Jodog, Eko Sutrisno kepada yogyapos.com, saat aksi wisata gerobak sapi, di Dusun Jodog, Rabu (24/2/2022).

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-puluhan-sapi-beraksi-meriahkan-sewindu-manunggal-lestari-899

Sementara itu, Ketua Payuban Gerobak Sapi Sido Mulyo Bantul, Iswanto, bertutur jumlah gerobak yang bergabung di Sido Mulyo mencapai sekitar 60 unit. Jumlah tersebut cukup untuk mendukung wisata gerobak yang ada. 

Pembuat gerobak, Suprapto, menyatakan kenderungan atau minat warga untuk membuat gerobak meningkat terutama yang untuk model kecil dengan harga yang relatif murah yaitu belasan juta rupiah per unit.

Menurut Anggota Komisi B DPRD Bantul yang juga membidangi Wisata, Heru Sudbyo,  gerobak alat transportasi tradisionil yang dulu merupakan alat angkutan dan memasyarakat bahkan banyak digunakan untuk angkutan segala kebutuhan. Termasuk bagi yang punya juga sebagai sumber penghasilan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, kalau zaman sekarang seperti bus.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kapolres-bantul-lakukan-pendekatan-persuasif-alihkan-arus-lalin-yang-menuju-parangtritis-4895

Angkutan tradsional ini memiliki fungsi yang beragam, misalnya semula untuk mengangkut hasil pertanian. Seiring perkembangan zaman fungsi tersebut sudah tergantikan oleh kendaraan karena sebagai alat dinilai kurang efeketif dan membutuhkan waktu relatif lama untuk sampai ke tujuan.

“Sekarang menjadi menarik untuk angkutan yang sengaja santai (untuk hiburan dan wisata). Naik gerobak sambil menikmati keindahan lingkungan . Selain itu sekaligus sambil menikmati makanan bawaan di dalamnya, biasanya makanan kecil wong ndeso sambil momong cucu,” terangnya. 

Sopir gerobag namanya bajingan. (baguse jiwa angen-angen ing pangeran) yang harus sabar, telaten karena kerja dengn sapi hewan kesayangan.

Kadinas Pariwisata Bantul Kwintarto HP, pihaknya menyambut positif adanya wisata gerobak. Diharapkan menarik. minat para wisatawan lokal dan manca negera.  (Spd)

 


share on: