Yogyapos.com (BANTUL) - Mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati Bantul periode 2016-2021, Drs H Suharsono menginformasikan dua program kerja yang terpaksa belum bisa dilaksanakan. Ia sekaligus berpesan agar program tersebut bisa dilanjutkan oleh bupati berikutnya.
“Program kerja saya yang terpaksa belum bisa terlaksana atau masih menjadi semacam pekerjaaa rumah (PR) yaitu memangkas Gunung di Cino Mati untuk akses sektor pariwisata Kepanewon Dlingo. Kedua membangun Islamic Chenter (IC) kompleks Masjid Agung Manunggal Bantul,” kata Suharsono kepada yogyapos.com, Jumat (19/2/2021).
Ia menuturkan, pemangkasan gunung untuk perbaikan akses jalan di Cino Mati (jalan penghubung Kapanewon Pleret dan Dingo) sudah direncanakan secara matang dan telah dianggarkan serta telah memperoleh persetujauan DPRD.
“Jumlah anggaranya saya agak lupa namun bisa dicek melalui Plh Bupati yang kini juga selaku Sekda Bantul Bapak Helmi Jamharis. Kalau tidak salah anggarannya ada sekitar Rp 20 miliar,” tukasnya.
Sedangakan tentang pembangunan Islamic Center sudah direncanakan secara matang dan jumlah penganggaran sudah ditentukan. Bahkan semula rencananya akan memperoleh bantuan anggaran dari Turki. Hingga kini investornya pun masih sering berkomunikasi dengan saya.
“Menurut hemat saya akses jalan Cino Mati untuk meramaikan banyak tempat wisata di Dlingo satu diantara Becici. Jika itu bisa terealisasikan, maka Dlingo bisa sebagai puasat wisata sebagaimana Bogor Jawa Barat. Ini untuk meraut Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi,” papar Suharsono.
Sedangakan Islamic Chenter adalah untuk semacam pusat kegiatan keislaman dan wisata religi. Ini di dalamnya juga ada kuliner Islami, tempat belanja perlengkapan muslim dan kegiatan peribadatan Islam.
“Itu semula sudah saya rencanakan. Namun hinnga masa jabatan saya habis belum terlaksana. Maka diharapkan Bupati dan Wakil Bupati Bantul periode berikutnya bisa melanjutkan untuk merealisasikannya. Ini saya titip untuk kemajuan Bantul di masa mendatang,” pesan Suharsono.
Di bagian lain, Suharsono juga mengungkapkan pihaknya sudah merasa plong. Sebab sudah bisa mencanangkan dan memulai pembagunan Taman Hijau yang menggunankan lokasi di eks Kodim Bantul (sebelah selatan Lapangan paseban). Kawasan ini diperuntukan sebagai tempat rekreasi dan olahraga masyarakat. Selain itu juga telah mencanangkan pembagunan Gedung Aula di Kodim Bantul.
Hal lainnya yang sudah terlaksana yaitu pembangunan Gereja di Sedayu yang saat itu sempat menjadi pro kontra di masyarakat. Selain itu pembangunan jalan (lingkungan) di Bantul Kota juga sudah terlaksana. Tujuannya semua supaya Bantul semakin baik. (Supardi)
