Yogyapos.com (PURWOREJO) - Di tengah hiruk pikuk pasar modern yang kian merangsek perdesaan, Pasar Seton Desa Pandansari, Kaligesing, Purworejo mampu menyedot perhatian. Bukan saja pada komoditas yang dijual tetapi juga nilai transaksi kambing etawa ras Kaligesing yang bisa mencapai milyaran rupiah sekali pasaran. Pasar ini akan menjadi salah satu icon desa wisata Pandanrejo.
Kepala Desa Pandanrejo, Supandi, mengatakan hal itu usai koordinasi antara Forum Inovasi Desa (Findes) Purworejo diwakili Darman dan Alip Joyo Purnomo, pemdes dan Wahjudi Djaja (STIE Pariwisata API Yogyakarta), Widarti (Bumdes) dan jagawana di Pandanrejo, Kaligesing, Purworejo, Sabtu (11/1/2020).
Berbeda dari pasar tradisional yang diambil dari hari pasaran, papar Supandi, pasar hewan ini dikenal dengan Pasar Seton karena digelar setiap Sabtu dari pagi sampai tengah hari. "Seton itu karena digelar secara rutin setiap Sabtu. Pedagang hewan terutama kambing dari berbagai kota berdatangan. Apabila ada proyek pengadaan kambing sekitar September-Oktober, mereka datang sejak malam sampai seharian,” kisahnya.
Terkait pengembangan Pasar Seton, Darman optimis akan semakin besar dan berkembang karena akan menjadi salah satu icon desa wisata Pandanrejo. "Ada keunikan di pasar tradisional yang telah hadir sejak simbah-simbah dulu. Kambing etawa telah ada sejak zaman kolonial sekitar 1930-an. Itu adalah hasil persilangan kambing India dan lokal. Memang perlu perhatian karena di beberapa daerah justru muncul juga kambing etawa,” tandasnya.
Anggota Bumdes "Lancar Jaya" Pandanrejo, Widarti, sangat mendukung pengembangan desa wisata dengan memasukkan Pasar Seton sebagai salah satu atraksinya. "Ini akan melengkapi potensi wisata lain seperti hutan pinus Bukit Sibutrong, Tuk Tulung Metaram, dan beragam jenis gua yang ada di Pandanrejo. Apalagi penduduk juga memproduksi gula merah dan beragam jenis kuliner. Dengan letak yang strategis di perbatasan Jateng-DIY, kami optimis desa wisata Pandanrejo akan memberi banyak manfaat bagi masyarakat,” katanya yakin.
Menyambut program pengembangan desa wisata Pandanrejo, Kades Supandi menjelaskan masyarakat rutin bergotong royong setiap hari Minggu. "Rencananya kami akan menggelar Memetri Tuk Tulung Metaram bertepatan dengan Hari Air Sedunia pada hari Minggu 22 Maret 2020. Kami akan menggelar kirab budaya dengan melibatkan seluruh potensi desa termasuk pemilik kambing etawa yang pernah jadi juara,” tandasnya. (Iud)
