Didik Nini Thowok: Seniman Dituntut Adaptasi dalam Bereksperimen

share on:
Penampilan Didik Nini Thwok saat menampilkan Tari Dwimuka Jali || YP-Ist  

Yogyapos.com (YOGYA) - Perhelatan FKY 2020 Mulanira 2 ‘Akar Hening di Tengah Bising’ telah usai. Closing ceremony menghadirkan Rio Febrian ft Symphony Orchestra serta maestro tari Didik Nini Thowok yang menghadirkan tari Dwimuka Jali.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, FKY kali ini perlu diapresiasi karena tetap berjuang untuk tetap terselenggara di situasi yang kurang mendukung.

“Kepada panitia yang bergerak, saya berterimakasih kepada seniman yang membuat FKY ini tetap ada dari tahun ke tahun. Mari kita kaji lagi FKY 2020 ini agar dalam pagelaran FKY selanjutnya bisa lebih sukses,” tutur Kadarmanta dalam speech di Museum Sonobudoyo, Sabtu (26/9/2020) malam.

Paksi Raras selaku Director FKY 2020 mengutarakan, gelaran kali ini yang menjadi persoalan ialah bahwa sajian virtual memiliki batasannya sendiri. Tidak semua kelompok sosial mampu mengaksesnya, baik dari segi teknis kuota internet ataupun dari segi keterbacaan. Hal ini menjadi poin refleksi dari FKY yang hadir di tengah pandemi.

“Selama acara ini di platform sosial media FKY 11.287.651 dengan jangkauan dari dalam dan luar negeri seperti Eropa, Australia, dan Asia terkhusus Yogyakarta, Indonesia. Total pengunjung langsung (terbatas) pameran seni rupa FKY 2020 selama 6 hari sebanyak 588 dan total peserta kompetisi seni Mulanira 2 sebanyak 595,” katanya dalam rilis Senin (28/9/2020).

Paksi melanjutkan, pihaknya mewakili teman-teman yang bertugas dalam FKY ini, mohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam melaksanakan tugas. Juga berterima kasih kepada sobat budaya dan pihak-pihak yang telah mendukung dalam penyelenggaraan di tengah keterbatasan.

Sedangkan Didik Nini Thowok sangat mengapresiasi gelaran FKY 2020 di situasi pandemi Covid-19. “Ini bisa menjadi momen mempelajari kembali proses transisi FKY dari Kesenian menjadi Kebudayaan. Eksperimentasi karena perubahan situasi saat ini memaksa kita berubah juga. Dengan menonjolkan produksi pengetahuan dalam setiap rangkaian acara dan karya yang dihadirkan agar tersebar luas ke khalayak,” ujar Didik Nini Thowok. (Fadholy)

 

 


share on: