Didukung 300-an Pemuda, Maulid Nabi Akan Digelar di Masjid Plosokuning

share on:
Giat para pemuda menyiapkan Maulid Nabi di Plosokuning || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Peranan pemuda dalam menggerakkan syiar Islam dan pembangunan merupakan kunci. Selama mereka memiliki kepedulian pada kemajuan desanya dan mau bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya, beragam potensi yang dimiliki bisa dikelola dan diberdayakan secara lebih maslahat.

Setidaknya itu yang menjadi perbincangan yogyapos.com dengan Habibb Abdullah bin Fuad Basyaiban di rumahnya bilangan Plosokuning Minomartani Ngaglik Sleman, selepas rapat Kamis (7/9/2023) malam. Selaku Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bib Dullah demikian akrab disebut, sangat terbantu dengan kehadiran para pemuda.

BACA JUGA: Putus Cinta Remas Payudara, Begini Akibatnya

BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan : Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Perubahan dan Persatuan

BACA JUGA: Surya Paloh dan Anies Bukan Pengkhianat

“Tidak kurang dari 300 pemuda pemudi yang terlibat aktif dalam rangkaian acara Maulid Nabi tahun ini. Alhamdulillah, ini acara pertama kali kami gelar secara besar-besaran. Rangkaian acara dimulai 21-23 September 2023,” tandasnya.

Sementara itu menurut Ahmad Fauzi Ridwan yang membidangi acara, Maulud Nabi dibuka dengan Bazar UMKM pada Kamis 21 September 2023 sore. Lokasi bazar berada di sepanjang trotoar Jalan Plosokuning III sampai Plosikuning V. 

“Pada malamnya digelar Pentas Kreasi Seni Islam berupa Seni Badui. Pada Jumat 22 September 2023 digelar Lomba Kirab Maulid mulai pukul 18.00. Rute yang dilalui adalah Plosokuning V, Masjid Jami' Pathok Negoro, Lapangan Desa Minomartani, Tengkleng Gajah, Bulurejo, dan Masjid Jami' Pathok Negoro,” jelasnya.

Habib Abdullah bin Fuad Basyaiban dan jajaran panitia || YP-Wahjudi Djaja

Sedangkan Puncak Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan pada Sabtu 23 September 2023 malam di Masjid Jami' Pathok Negoro. Dalam acara tersebut direncakan hadir Al Habib Ali bin Ahmad Bafaqih, Al Habib Husein bin Ahmad Bafaqih, para Habaib dan Ulama.

Lebih jauh Habib Abdullah mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Plosokuning dan hamba Allah yang telah membantu pelaksanaan maulid.

BACA JUGA: Kominfo: Pemulihan Akun YouTube Channel DPR RI Tengah Berlangsung

BACA JUGA: Harga Beras di Bantul Mengalami Kenaikan Rp 1.500-Rp 2.500 Per Kilogram

BACA JUGA: Klien 'Perang Sarung' Dituntut Penjara 18 Bulan, Advokat Edy Haryanto Mohonkan Keringanan Hukuman

“Jamaah ibu-ibu Plosokuning andilnya luar biasa. Mereka secara swadaya menyiapkan nasi bungkus untuk kepentingan menyambut tamu yang akan menghadiri maulid. InsyaAllah sodaqoh mereka akan menjadi amal jariyah,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) mendukung sepenuhnya diangkatnya Masjid Jami' Pathok Negoro untuk agenda religi.

“Ini masjid bersejarah. Didirikan atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono I sekitar 1757-1758 selepas Perjanjian Giyanti 1755. Seperti masjid pathok negara yang lain yang berarsitektur Jawa, dulunya berfungsi sebagai benteng pertahanan. Pas jika sekarang digunakan sebagai benteng akhlak generasi muda,” tandas Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah UGM (KASAGAMA) ini.

Selepas rapat koordinasi segenap panitia berbagi tugas dalam menyiapkan lokasi. Mulai pemasangan lampion, baliho sampai membersihkan lokasi. (Iud)

 

 

 

 

 


share on: