Yogyapos.com (SLEMAN) - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata API Yogyakarta genap berusia 23 tahun. Sebagai perguruan tinggi yang menyiapkan tenaga ahli bidang pariwisata, civitas akademika senantiasa berusaha mengasah inovasi, kreativitas dan kepeloporan mahasiswa agar semakin membumi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Berkaitan dengan itu Dies ke-23 STIEPAR API mengambil tema ‘Advance the Spirit of Learning and Creativity’.
Menurut Ketua Panitia Dies ke-23 Muhammad Farhan, kreativitas dan inovasi tak bisa dilepaskan dari kehidupan mahasiswa.
“Kreativitas berkaitan dengan kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru. Ia memerlukan orisinalitas, fleksibilitas, dan kolaborasi dalam mengembangkan pemikiran,” tandasnya.
Melalui agenda dies ini, harapnya, terbangun sinergi dan kerjasama antara civitas akademika STIE Pariwisata API Yogyakarta dengan masyarakat dan stake holder di dunia pariwisata.
Pesioma STIEPAR API Yogyakarta || YP-Wahjudi Djaja
“Selain itu kami juga menjaring dan mengidentifikasi beragam masukan dan pemikiran yang berkaitan dengan pengembangan dunia pariwisata,” jelasnya kepada yogyapos.com Jumat (19/5/2023).
Puncak acara agenda dies dilaksanakan pada Minggu (21/5/2023) antara lain berisi senam sehat, pemeriksaan kesehatan, dan pentas mahasiswa (tari, musik, teater). Power Workshop dilaksanakan pada Sabtu (27/5/2023) merupakan kerjasama antara STIE Pariwisata API Yogyakarta dengan Dinas Pariwisata DIY.
STIE Pariwisata API yang berdiri pada 2000 berdasarkan SK Mendiknas No. 61/D/0/2000 menawarkan Program Studi Strata 1 Manajemen Pariwisata. Jenjang pendidikan ini merupakan prodi bidang pariwisata yang pertama di Yogyakarta.
Selain memenuhi tuntutan kebutuhan tenaga ahli manajemen di bidang pariwisata, STIEPAR API Yogyakarta juga menyiapkan tenaga ahli pariwisata yang memiliki konseptual dan manajerial sehingga mampu merencanakan dan mengembangkan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. (Iud)
