Dimas Diajeng Promosikan Potensi Sleman

share on:
Dimas Diajeng Sleman di stand Kapanewon Godean || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman menjadi ajang promosi beragam produk lokal yang bertebaran di berbagai desa. Baik instansi pemerintah, badan usaha maupun swasta memamerkan produknya. Tak ketinggalan tujuh kalurahan yang berada di lingkup Kapanewon Godean.

Dalam pantauan yogyapos.com bersama Dimas Diajeng Sleman, stand Kapanewon Godean banyak didatangi pengunjung. Selain dikenal sebagai sentra kerajinan genteng terbesar di Sleman, Godean juga memiliki beragam olahan khas terutama peyek belut.

“Kami sengaja membawa membawa beragam olahan dari belut agar semakin dikenal masyarakat. Selain itu ada bakso goreng yang kami olah dengan penggunaan kangen water. Selama ini pasar kami justru banyak di luar Jawa terutama wilayah Sumatra,” kata Fitriyana dari Sidomulyo, Godean, Senin (10/7/2023) malam.

Sedangkan Ika dan Usi dari Sidoarum menjelaskan produk olahan lain seperti ekrol dan kacang bawang. “Tiap kalurahan mengirimkan dua perwakilan dengan produk unggulan masing-masing. Dengan seperti ini kami berharap pasar produk Sidoarum semakin luas,” tandas Ika.

Menurut Diajeng Grimeisha, PPD sangat berperan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat terutama yang berbasis UMKM. Kami tadi sebelum ke stans Kapanewon Godean sudah berkeliling ke beberapa stand. Sangat lengkap dan menarik. Sebisa mungkin kami bantu promosi melalui media sosial yang kami miliki,” katanya didampingi Dimas Febri.

Dimas Diajeng Sleman adalah duta budaya, duta pariwisata dan duta Kabupaten Sleman. Mereka tergabung dalam Ikatan Dimamas Diajeng Sleman (IDDS). Diajeng Grimeshia dan Dimas Febri adalah dua dari 15 finalis yang dikukuhkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada 12 Mei 2023.

Sedangkan Wahjudi Djaja dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Sleman benar-benar melakukan keberpihakan kepada usaha rakyat.

“Kita mengapresiasi digelarnya PPD ini. Tetapi harus diikuti dengan kebijakan dan pendampingan yang terpadu. Tadi kami lihat ada usaha susu bubuk yang belum mengurus persyaratan secara lengkap terkait kelayakan produk,” jelasnya.

Sampai ditutup pukul 21.00 WIB masih banyak orang tua yang mencarikan seragam sekolah berupa busana Jawa untuk dipakai pada Kamis Pahing. PPD masih akan berlangsung sampai 16 Juli 2023. Mengangkat tema Nyawiji lan Murakabi Sesarengan mBangun Sleman, pameran ini digelar untuk memeriahkan hari jadi ke-107 Kabupaten Sleman. (Iud)

 

 


share on: