Yogyapos.com (SLEMAN) - Wilayah Sleman bagian barat memiliki cirikhas budaya pertanian. Kawasan ini telah lama menjadi lumbung padi bagi masyarakat Sleman. Oleh karena itu pengembangan pariwisata ke depan harus menempatkan budaya agraris sebagai karakter utamanya. Dengan begitu masyarakat petani bisa dilibatkan secara proporsional agar turut merasakan manfaat dan dampak positifnya.
Demikian benang merah diskusi lapangan yang dilaksanakan di area selokan Van der Wijck di sekitar Dukuh Tangisan Kalurahan Banyurejo Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman. Turut hadir dalam survei lokasi antara lain Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto, SE Mec Dev, Lurah Banyurejo Saparjo ST beserta perangkat, anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) dan Heru Mataya selaku perwakilan event organizer, Jumat (25/2/2022).
Menurut Kus Endarto festival yang rencananya akan digelar 18-19 Maret 2022 ini diharapkan mampu menjadi lokomotif yang menggerakkan dinamika pariwisata di Sleman bagian barat.
"Dengan kolaborasi berbagai pihak yang menjadi pemangku kepentingan, kami optimis festival ini akan menjadi event tahunan berskala nasional yang diperhitungkan,” tandasnya.
Oleh karena itu, sambungnya, pihaknya mengharapkan agar pemerintah Kalurahan Banyurejo dan masyarakatnya bisa dilibatkan secara aktif mengingat mereka memiliki potensi wisata budaya yang lengkap.
Sementara itu Lurah Banyurejo Saparjo ST menyambut positif upaya Dinpar Sleman dan BPPS yang memilih kawasan selokan Van der Wijck sebagai pusat kegiatan festival.
“Kami sebetulnya sudah lama memikirkan bagaimana memanfaatkan selokan bersejarah ini agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat selain di sektor pertanian. Dengan Festival Van der Wijck ini kami harapkan bisa menjadi pintu pembuka pemberdayaan potensi di wilayah Banyurejo dan sekitarnya,” imbuhnya.
Terkait pelaksanaan festival, Heru Mataya menekankan pentingnya menjaga ruh budaya dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. “Itu menjadi keunggulan tersendiri. Dengan keberadaan Festival Van der Wijck ini kita berharap bisa mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata berbasis pertanian,” paparnya.
Festival Van der Wijck yang akan digelar selama dua hari 18-19 Maret 2022 rencananya mengambil venue utama di area pintu air Tangisan. Menampilkan prosesi umbul donga, pentas seni tradisi, pasar UMKM, pameran foto, sarasehan sejarah dan pasar apung serta kuliner. (Wahjudi Djaja)
