Yogyapos.com (JAKARTA) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi Juara Umum Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) Tingkat Nasional Tahun 2020. Pada perhelatan final yang sudah digelar sejak 2 November 2020 lalu, DIY berhasil meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 5 medali perunggu. Selain itu, DIY juga memperoleh 2 penghargaan khusus, yakni Apresiasi Tema Paling menarik dan Apresiasi Tema Terkini.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Paudasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri STP MSi, saat menutup perhelatan secara daring memberikan apresiasinya kepada para peserta. Dia mengatakan situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat siswa menghasilkan karya inovasi penelitian dalam rangka pemanfaatan dan pengembangan potensi, serta optimalisasi sumber daya lokal bagi daerahnya.
“Posisi peneliti teramat penting guna menemukan solusi permasalahan global yang sedang mendera. Sungguh luar biasa, kalian menempatkan diri dengan baik,” tutur Jumeri di Jakarta melalui siaran pers yang diterima yogyapos.com, Sabtu (7/11/2020).
Hal senada dikatakan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Asep Sukmayadi SIP, KoPSI tak hanya sekadar kompetisi penelitian siswa tingkat SMA/MAN. Kegiatan bertema ‘Pemanfaatan dan Pengembangan Potensi dalam Rangka Mengoptimalkan Sumber Daya Lokal’ ini adalah ajang untuk memupuk motivasi para peneliti muda dari daerah agar berkiprah lebih baik. KoPSI pun menggagas workshop ‘Meneliti Itu Seru’ sebagai satu rangkaian acara.
Menurut Asep, workshop bertujuan memberikan semangat pantang menyerah dan wawasan penelitian, khususnya masa pandemi Covid-19. Workshop menghadirkan beberapa narasumber dan motivator, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ke depan, para finalis KoPSI diharapkan menjadi peneliti muda Indonesia yang mampu menggerakkan potensi daerahnya sendiri.
“Riset dan inovasi akan meningkatkan nilai tambah sehingga daerahnya pun memiliki kemampuan menyelesaikan tantangan dihadapi. Selamat kepada semuanya yang menjadi juara setelah melalui seleksi ketat namun tetap menjaga integritas dan kejujuran,” ucap Asep.
Juri lomba bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), Wahyu Srigutomo SSi MSi PhD, mengungkapkan meski diselenggarakan secara daring, tetapi keseluruhan proses penjurian tidak menemui kendala berarti. Penyelenggaraan lomba ditunjang keandalan sistem jaringan yang sangat menentukan jalannya proses penilaian.
Wahyu memaparkan, sistem penilaian peserta ditetapkan berdasarkan aspek latar belakang (15%), rumusan masalah (20%), metode penelitian (20%), kedalaman analisis (25%), potensi aplikasi (10%), dan kaidah penulisan (10%). Di samping itu ada dua tahapan final KoPSI, yaitu pameran daring (poster) dan wawancara daring.
“Ketika wawancara, kami menilai pemahaman siswa serta keterampilan mereka menyampaikan isi penelitiannya,” ujar Wahyu.
Dia mengaku terkesan dengan karya para peserta. Hal itu membuktikan bahwa pandemi bukan halangan untuk berprestasi. Antusiasme peserta memperlihatkaan satu harapan positif masa depan penelitian di Indonesia.
“Jangan hilangkan kegembiraan dalam meneliti,” pesan Wahyu kepada seluruh peserta.
Sementara itu, juri bidang Sosial dan Humaniora, Laras Sekarsih SPsi MS PhD, mengemukakan betapa pentingnya seorang peneliti menguasai teknik berkomunikasi. Tujuannya supaya hasil riset dapat diketahui sehingga bermanfaat bagi khalayak luas. Kemampuan peserta melakukan riset secara daring merupakan modal dan bentuk adaptasi penelitian menyikapi berbagai keterbatasan.
“Adik-adik bisa memodifikasi desain, memindahkan lokasi riset menggunakan daring, membuat poster, melakukan presentasi menarik dalam waktu singkat. Semoga ini bukan puncak prestasi kalian, melainkan langkah awal dan batu loncatan prestasi selanjutnya. Jangan berhenti meneliti, berani jujur, meneliti itu seru,” pesan Laras memberi semangat.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag), Dr HA Umar MA, menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan KoPSI sebagai wadah meningkatkan sumber daya manusia unggul di bidang penelitian. Kemenag mendorong kiprah anak-anak Indonesia menjadi ilmuwan yang mampu menjadikan pandemi sebuah peluang menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar.
“Sisi lain dari pandemi ialah adanya kesempatan memanfaatkan dan menerapkan transformasi digital sebaik-baiknya, terutama bidang pendidikan. Kalian adalah contoh siswa Indonesia yang hebat,” kata Umar.
Informasi selengkapnya nama-nama pemenang KoPSI 2020 dapat diakses melalui laman resmi Puspresnas Kemendikbud: https:/pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id dan akun Instagram: @puspresnas. (*/Muf)
