DPD DIY Dorong Pemanfaatan Danais untuk Kesejahteraan Tokoh Adat

share on:
Anggota DPD RI Dapil DIY saat melakukan kunker di Kantor Gubernur Kepatihan || YP/Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Sejumlah Anggota DPD RI Dapil DIY melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Gubernur DIY Kepatihan, Selasa (17/12). Nampak hadir dalam agenda tersebut, GKR Hemas, Dr Hilmy Muhammad MA, Ir Cholid Mahmud ST MT dan Drs Afnan Hadikusumo. Rombongan anggota DPD RI Dapil DIY ini diterima oleh Sekda Propinsi DIY, Kadarmanto Baskoro Aji.

Pada kesempatan tersebut, Hilmy Muhammad menyoroti soal pembangunan kebudayaan di wilayah DIY yang disokong oleh dana keistimewaan (danais). Menurut pria yang akrab disapa Gus Hilmy ini, perihal kebudayaan tidak hanya esensi soal acara, tetapi juga harus menyentuh sumber daya manusia (SDM) secara konkrit.

“Para penggiat tradisi, tokoh adat, budayawan, tokoh agama dan penghageng Kraton adalah sosok-sosok yang tanpa pamrih dan tidak lelah menjaga tradisi dan budaya warisan leluhur. Mereka ini harus diperhatikan dari aspek kesejahteraan, lantaran figur-figur tersebut yang menjaga sumbu kebudayaan dan keistimewaan Yogyakarta. Kami mendorong penggunaan danais menyasar para penjaga budaya ini untuk meningkatkan kesejahteraan hidup,” kata Gus Hilmy.

Hal senada juga dilontarkan GKR Hemas, yang mengakui jika pembangunan kebudayaan di DIY masih sebatas soal fisik dan ekspresi budaya.

“Hal-hal esensial yang menyangkut SDM belum tergarap secara optimal. Kami di DPD mendorong optimalisasi penggunaan Danais untuk kesejahteraan penjaga budaya dan tokoh adat. Upaya ini pun perlu sinergitas antar lembaga dan instansi yang terus dikomunikasikan secara intens,” imbuh GKR Hemas.

Terkait filosofi keistimewaaan DIY, Gus Hilmy menambahkan, jika harus ada penanaman karakter dan identitas kepada masyarakat Yogyakarta sejak dini.

“Seperti menumbuhkan kearifan lokal dalam kurikulumn sekolah. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Hal ini sebagai pegangan para pelajar/mahasiswa, agar mereka paham akan keistimewaan yabng dimiliki Yogya secara akademik. Baik itu filosofi, bahasa, adat dan budaya. Dengan begitu, apresiasi dan respect para kalangan milenial ini kepada Yogyakarta tumbuh secara sehat,” terang pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak ini.  (Dol)

 

 

 

 


share on: