Yogyapos.com (SLEMAN) - Asiten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Sleman, Makwan, memimpin panen serentak, di Bulak Jaten Sendangrejo Minggir, Sleman, Rabu (10/9/2025).
Makwan menyampaikan sambutan Bupati Harda Kiswaya, berharap kegiatan ini dapat mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan para petani Indonesia. Dengan luas wilayah administratrif sekitar 27,27 Kilometer persegi yang sebagian besar yang bagian besar wilayah persawahan dan tegalan, menjadikan Kapanewon Minggir sebagai wilayah penting dalam produksi padi di Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Kontingen BMX Putri Kota Yogya Boyong Medali Emas Porda XVII DIY
Lanjut Makwan, Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berperan penting dalam ketahanan pangan nasional dengan mendorong modernisasi pertanian memperjuangkan hak perempuan tani, dukung kemandirian dan berkintrobusi pada program pemerintah melalui kegiatan panen padi serentak.
Ketua DPD HKTI DIY Dwi Susilowati (jilbab) dan Ketua Umum DPP HKTI Dian Novita Susanto || YP-Agung Dwi Purwanto
"Pemkab Sleman selalu mendukung upaya budidaya berbagai komoditi pertanian," katanya.
BACA JUGA: Mensos Saifullah Yusuf Lakukan Pelepasan Ekspor Produk KPM Asal Bantul
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pumpinan Pusat (DPP) Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dian Novita Susanto mengungkapkan, sangat bahagia serta memberikan apresiasi karena bisa panen padi serentak yang dilakukan oleh petani Yogyakarta.
"Sungguh kami sangat mengapresiasi karena program yang diintruksikan oleh DPP dapat dilaksanakan dengan baik oleh DPD petani Yogyakarta," ungkap Dian Novita.
Ia juga menyampaikan, produkvitas padi dari benih M 70 D yang ditanam para petani di Minggir ini, sangat luar biasa. Produk benih ini dapat ditingkatkan produksivitasnya dari waktu ke waktu.
"Diarapkan kedepanya bagaimana kedepannya sebagai organisasi pertanian bisa berdampak bagi petani khususnya di desa. Karena dengan peningkatan produktivitas tentu nilai tukar petani menjadi meningkat," harapnya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman dan Bapas Kelas I Yogya Tanam Kelapa, Ini Tujuannya
Ketua Perempuan Tani Indonesia (HKTI) DIY, Dwi Susilowati, menjelaskan, panen padi serentak di Bulak Jaten Minggir putaran ke IV yang dilaksanakan Perempuan Tani HKTI sebagai ketahanan pangan dalam bidang penanam padi.
Ketua DPD HKTI DIY dan DPP HKTI ikut memanen padi || YP-Agung Dwi Purwanto
"Benih yang diberikan dari DPP pada petani M70D isinya lebih banyak dengan benih lain. Selain Sleman juga dilaksanakan Bantul dan Wonosari dan produksinya sangat tinggi. Di Bantul 9 ton per hektar, sedangkan di Sleman kalau gak ada hama tikus produksinya bisa 8 ton," ungkap Dwi.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Gandeng BPD Percepat Digitalisasi Keuangan
Namun, lanjut Dwi, Semua da pat teratasi dan panenya bisa maksimal hingga naik kapasitas nya persentasinya.Di Kabupaten Sleman biasanya cuma 5,5 sampai 6 Ton dengan benih M 70 D ini mencapai 6,5 ton per hektar.
"Mudah-mudahan Perempuan tani Indonesia selalu bisa membe rikan inovasi apapun dan selalu bergerak bersama dengan petani dalam ketahanan pangan yang berdaulat untuk masyarakat supaya indonesia lebih baik.Karena tunggak kehidupan adalah pangan," tandasnya. (Agn)
