Yogyapos.com (BANTUL) -Â Para pemudik ataupun pendatang yang masuk Bantul diimbau mematuhi protokoler yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten, dengan harapan agar keselamatan kesehatan diri sendiri, keluarganya dan orang lain tetap terjaga dari penularan virus Corona (Covid -19).
"Kedisiplinan dan kesadaran seperti itu sangat diperlukan dan ditingkatkan,†ungkap Ketua Komisi D DPRD Bantul yang juga membidangi Kesehatan, Enggar Suryo Jatmiko SE kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Senin (20/4/2020).
Menurutnya, ada kecenderungan bahwa kini aktivitas di jalan raya ataupun tempat lain justru nampak dan kelihatan mulai ramai kembali. Maka kewaspadaan masingmasing orang juga harus ditingkatkan melalui edukasi diantaranya sosialisasi tentang protokoler yang ada. Apabipa perlu, untuk mengantisipasi dan menekan penularan Covid-19, maka setiap jalan yang masuk ke Bantul disarankan diadakan pos untuk pemeriksaan orang, terutama kepada yang melakukan PSBB.
Apa yang akan dilakukan oleh DPRD dalam waktu dekat terkait dengan upaya pencegahan Corona, Enggar mengatakan, per Jumat (25/4/2020) DPRD akan membentuk Pansus Covid-19. Â
Sementara itu, Ketua Gugus Penaganan Covid -19 Bantul, Helmi Jamharis ketika dihubungi per telefon, mengatakan, jumlah pemudik/pendatang yang masuk ke Bantul hingga 19 April 2020 pukul 19.00 WIB sebanyak 1.809 orang.
"Ini ada kecenderungan makin bertambah, maka perlu digencarkan peotokoler yang berlaku. Yaitu mereka harus) melakukan isolasi mandiri,†tegas Helmi Jamharis yang juga Sekda Bantul.
Ditambahkan, sebagai upaya agar isolasi itu bisa dilakukan dengan baik, maka di Bantul ada rumah isolasi untuk pendatang yaitu di Sumbermulyo Bambanglipuro dan juga didirikan rumah sakit khusus Covid -19. Sedangkan untuk monitoring para pendatang agar efektif, maka dilakukan hingga ke Forkompica dan lurah desa bahkan dukuh serta RT. (Supardi)
Â
