Yogyapos.com (BANTUL) – Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir membuka Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di JEC Soccer Field, Banguntapan, Bantul. Ajang ini untuk menjaring talenta-talenta muda dari puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah yang diproyeksikan memperkuat Timnas.
BACA JUGA: Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi Perkuat Kerjasama Kebudayaan di Prambanan
Erick hadir didampingi sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Mereka tidak hanya membuka kegiatan, tetapi juga menyaksikan langsung pertandingan sekaligus memantau potensi para pemain muda yang tampil di lapangan.
Menurut Erick, pembinaan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, kompetisi usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak pemain berkualitas.
BACA JUGA: Rekonstruksi Penganiayaan yang Menewaskan Seorang Pelajar Yogya, Begini Kronologinya
"Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah dan PSSI Provinsi Yogyakarta yang percaya bahwa menciptakan pemain itu harus dari bawah," ujar Erick, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan, kelompok usia 10 dan 12 tahun merupakan tahapan awal yang harus diperkuat agar regenerasi pemain nasional berjalan berkesinambungan.

"Saya hadir di sini bersama para Exco melihat langsung kejuaraan U-10 dan U-12. Ini menjadi fondasi untuk melahirkan bibit-bibit baru pemain tim nasional di masa depan," katanya.
BACA JUGA: Pertamina Tindak Tegas Sopir Tangki yang Merokok Saat Bertugas
Erick mengungkapkan FIFA akan menggelar kompetisi kelompok usia U-15 pada Oktober mendatang. Kondisi tersebut membuat PSSI mulai menyiapkan pemain sejak usia yang lebih muda agar memiliki waktu pembinaan yang cukup sebelum memasuki level kompetisi internasional.
BACA JUGA: Wamenhaj: ASN Kemenhaj Harus Jaga Integritas, Hindari Praktik Menjadikan Jemaah
"Ini juga harus kita persiapkan dari bibit-bibit usia di bawah U-15. Bisa saja ada pemain U-12 yang nantinya mampu bermain di level U-15," ujarnya.
Ia juga menyinggung strategi pembinaan yang diterapkan sejumlah negara. Menurutnya, setiap federasi memiliki pendekatan berbeda dalam membangun tim nasional.
BACA JUGA: Ratusan Siswa Sambut Kedatangan Presiden Prabowo-PM Modi di Yogyakarta
"Kemarin Belanda saja sudah menghapuskan tim U-15. Bukan karena tidak percaya, tetapi mereka menjaring pemainnya langsung menuju U-17. Setiap negara punya strategi masing-masing, tetapi Indonesia percaya membangun dari bawah," jelasnya.
Selama tiga tahun terakhir, lanjut Erick, PSSI terus memperkuat ekosistem pembinaan usia muda melalui berbagai kompetisi seperti Piala Soeratin dan Piala Pertiwi. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pemain muda untuk berkembang sekaligus memudahkan proses pencarian bakat.
BACA JUGA: Taman Merapi Park Kini Buka Kembali, Ada Menara Eiffel dan Pisa
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyatakan Pemerintah Kota Yogyakarta mendukung penuh pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, pembibitan yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan atlet-atlet berprestasi.
"Dari Yogyakarta semangatnya sesuai dengan arahan Pak Menteri, yakni bagaimana melakukan pembibitan dari bawah. Insya Allah, dengan pembinaan sejak usia muda akan lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi," katanya. (Jhw)
