Yogyapos.com (YOGYA) - Malam Anugerah Penyiaran KPID DIY 2025 yang digelar di Ruang Sinema Universitas AMIKOM Yogyakarta, Senin (10/11/2025).
Acara bertema “Pesta Penyiaran Istimewa 2025: Never Ending Broadcasting” tersebut menjadi panggung apresiasi bagi insan penyiaran di DIY. Sejumlah tokoh dan lembaga penyiaran menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga mutu dan perkembangan dunia penyiaran.
BACA JUGA: DPRD dan Pemkab Bantul Teken Raperda Perlindungan Lahan Pertanian
Termasuk di antaranya tujuh tokoh inspiratif penyiaran DIY, seperti GKR Mangkubumi, BPH Kusumo Bimantoro, HM Idham Samawi, Dr. Yuni Satia Rahayu, almarhum KH Imam Aziz, Dr Akhir Lusono SSn, dan Prof Suyanto.
Dari deretan penerima penghargaan tahun ini, salah satu yang mencuri perhatian adalah Faris Olish dari Radio Nabawi Mulia 100.2 FM yang sukses meraih predikat Penyiar Berita Terbaik (Radio). Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses penilaian yang dilakukan KPID DIY berdasarkan kualitas konten, teknik penyiaran, serta kontribusi bagi literasi dan informasi publik. Kemenangan Faris sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas penyiar lokal DIY terus berkembang dan mampu bersaing di tengah tantangan era digital.
BACA JUGA: Keluarga Besar KSPSI Turut Bahagia Marsinah Pahlawan Nasional
Saat ditemui seusai acara, penyiar yang bernama asli Nurcholish tersebut mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut.
“Saya bersyukur atas penghargaan ini, semoga menjadi penyemangat agar ke depan lebih baik lagi dan lebih bermanfaat bagi para pendengar,” ujarnya.
Menurut pria yang juga abdi dalem di Kantor Urusan Pengulon Kraton Jogja dengan paringan dalem Mas Lurah Amat Nurcholis SS, dedikasi menjadi kunci utama dalam berkarya.
BACA JUGA: Seni Sebagai Resonansi Estetik
“Dalam hal apa pun jika kita bersungguh-sungguh ada harapan besar akan mendapatkan hasil yang baik. Semoga dunia penyiaran khususnya radio makin membaik di tengah era digital ini,”tuturnya.
Penghargaan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Radio Nabawi Mulia FM yang terus mengembangkan program-program siaran informatif dan bernilai edukasi. Dengan terpilihnya pria yang juga merupakan anggota Pokja Ketahanan Ekonomi Bakesbangpol DIY.
BACA JUGA: PB XIII dan Beban Sejarah Penerus Dinasti Mataram
"Kita berharap semakin mampu menguatkan posisi radio lokal sebagai sumber informasi yang kredibel serta memberikan dorongan baru bagi para penyiar muda untuk terus berinovasi dan menjaga etika penyiaran, khususnya di DIY," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPID DIY Hazwan Iskandar Jaya menyampaikan bahwa tema “Pesta Penyiaran Istimewa: Never Ending Broadcasting” yang diusung pada ajang tahun ini menggambarkan semangat pelaku penyiaran di Yogyakarta untuk terus berkreasi dan menjaga marwah dunia penyiaran.
BACA JUGA: Polisi Tidur dan Kekerasan Simbolik
“Yogyakarta adalah miniatur Indonesia, jantung kebudayaan dan pendidikan. Dunia penyiaran di DIY harus menjadi contoh bagaimana kearifan lokal dan inovasi berjalan beriringan,” ujarnya.
Sementara itu, Komisioner KPI RI Amin Sabhana mengapresiasi langkah KPID DIY dalam menggelar penghargaan yang memperkuat semangat penyiaran berbasis nilai-nilai lokal.
BACA JUGA: ISI Yogya Hadirkan Inovasi Pembelajaran Vokal Hybrid Jawa di Caturharjo
“Setiap daerah memiliki karakteristik dan identitas sendiri. Karena itu, penghargaan seperti ini penting untuk menumbuhkan kebanggaan dan menjaga kualitas konten lokal,” tutur Amin. (Markaban Anwar/Opo)
Berikut penghhargaan kategori lembaga penyiaran dan program siaran, diberikan kepada:
Kabupaten/Kota Peduli Penyiaran: Kabupaten Sleman
Dinas Peduli Penyiaran: Dinas Kebudayaan DIY
Mitra Strategis: Balmon
Kampus Peduli Penyiaran: Universitas AMIKOM Yogyakarta
Program Radio Terfavorit: Radio Komunitas Marisa
Program TV Terfavorit: Jogja TV
Penyiaran Komunitas Terinovatif: CDR FM
Lembaga Penyiaran Pengawasan Terpuji: Nusantara TV
Iklan Layanan Masyarakat (Radio): Mataram Buana Suara FM
Iklan Layanan Masyarakat (TV): TRANS7
Siaran Anak (Radio): Retjo Buntung
Siaran Anak (TV): RBTV
Siaran Berbahasa Jawa (Radio): RRI Yogyakarta
Siaran Berbahasa Jawa (TV): INDOSIAR
Seni dan Tradisi (Radio): Radio Komunitas Swara Kebudayaan
Seni dan Tradisi (TV): SCTV
Siaran Nasionalisme (Radio): Voks Radio Jogja
Siaran Nasionalisme (TV): TVRI Jogja
Siaran Agama dan Kepercayaan (Radio): Radio Komunitas Swara Kebudayaan
Siaran Agama dan Kepercayaan (TV): TRANS7
Talkshow (Radio): Sonora FM
Talkshow (TV): Jogja TV
Feature (Radio): RRI Yogyakarta
Feature (TV): Jogja TV
Program Berita Terbaik (Radio): Radio Gema Cecya Dhaksinarga
Program Berita Terbaik (TV): Sangaji TV
Penyiar Berita (Radio): Faris Olish – Nabawi Mulia FM
Penyiar Berita (TV): Aryo Bagus – TVRI Jogja
Penyiar Non-Berita (Radio): Adelia J.L – Unisi FM
Penyiar Non-Berita (TV): Felix Krist – RBTV {}
