Yogyapos.com (BANTUL) - Kuliner Bantul sangat khas, menggugah selera dan membuat lidah kita bergoyang. Ada sate klathak, mangut lele, mi lethek, gudeg manggar, miedes, ingkung dan bakmi pecel.
Sebagai upaya mendukung kuliner Projotamansari dan menggerakan ekonomi UMKM warga Bantul, Dyah Novie’s Project (DNP) bersama Ikatan Pengusaha Aisyiyah (Ipas) Bantul mengadakan Festival Cita Rasa, di Waterbyur Tirta Tamansari, Jumat (4/12/2020) siang. Sekitar 80 peserta mengikuti acara ini. Antusiasme luar biasa.
Dyah Heningtyas Noviani SH selaku inisiator acara mengatakan, selain untuk memperingati 10 tahun DNP, juga ingin lebih memperkenalkan kuliner khas Bantul ke publik. Apalagi sekarang gencar media sosial yang mengulik soal kuliner.
“Kuliner Bantul itu luar biasa dahsyatnya. Namun banyak pelaku kuliner yang kesulitan soal pemasaran. Melalui Festival Rasa ini kami ingin genjot informasi kuliner tersebut di lini medsos. Kami ingin UMKM di Bantul tetap menggeliat di tengah pandemi,” kata wanita yang akrab disapa Novi ini.
Selain Festival Rasa, dalam acara ini juga dihadirkan fashion show ecoprint dan bazar UMKM handy craft serta food beverage. Disela acara nampak hadir cawabup Totok Sudarto bersama istri. Totok mengatakan, acara seperti ini layak diapresiasi karena ‘nguri-uri’ kuliner khas Bantul. “Kuliner itu seperti budaya. Harus dilestarikan dan jangan sampai punah. Semoga acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin wisata kuliner di Bantul. Salut kepada DNP dan Ipas Bantul telah menggelar acara ini,” ujar Totok.
Sejumlah wartawan dan praktisi kuliner didapuk menjadi juri. Rasa dan tampilannya sangat variatif. Ada yang rasanya terlalu manis. Ada juga yang keasinan. Plating (tampilan) juga ada yang full colour. Dan ada yang simple. Ini menjadi experience baru bagi para juri untuk objektif memberikan nilai. Mangut lele menjadi kategori yang paling banyak diminati peserta. (Fadholy)
