Yogyapos.com (SLEMAN) - Kegiatan Jogja Intetnasional Heritage Festival (JIHF) merupakan upaya melestarikan warisan budaya Indonesia. Salah satunya Keris yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Sehubungan hal tersebut Dinas Kebudayaan (Kunda Kabuudayan) DIY menggelar JIHF di Ndalem Keris Mbah Jiwo serta Pendopo Gandring, Banyusumurup Girirejo Imogiri Bantul, Rabu-Jumat (24-26/8/2022).
Kegiatan JIHF 2022 meliputi Bursa Keris, Lomba Menggambar Keris serta pergelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai penutup rangkaian acara. “Pameran ini lebih memperkenalkan pada masyarakat luas terutama generasi muda-pelajar yang telah diundang dari berbagai sekolahan tentang warisan budaya keris yang sudah di akui oleh UNESCO,” tutur Ketua salah satu Paguyuban Pengrajin Keris Banyusumurup Giyatono kepada yogyapos.com, Rabu (24/8/2022).

Giyatono menjelaskan, dalam festival ini ada 100 keris dari berbagai jenis dan pemilik yang dipamerkan. Mereka kolektor dan para pengrajin keris Banyu Sumurup.
Di Banyumurup, kata dia, ada empat panguyuban atau sanggar pengrajin keris. Masing-masing paguyuban tersebut ada ketuanya. Melalui paguyuban inilah upaya melestarikan keris dilakukan secara turun temurun. (Agn)
