Yogyapos.com (SLEMAN) - Profil budaya kalurahan selain menjadi dasar pengembangan juga menyelamatkan memori kolektif masyarakat. Pengurus rintisan Kalurahan Budaya Sendangarum Minggir Sleman dituntut proakatif agar mampu menjembatani peningkatan kemakmuran warga melalui jalur budaya.
BACA JUGA: Advokat Rizal Bagus Putranto SH Puas Dapat Mendamaikan Dua Pihak Berperkara
Demikian kesimpulan Focus Group Discussion tentang Penyusunan Profil Budaya Kalurahan Sendangarum, di Aula setempat, Sabtu (18/10/2025) siang.
Dalam paparannya Wahjudi Djaja SS MPd dari Pokja Ketahanan Sosial Ekonomi Budaya Badan Kesbangpol DIY menjelaskan metode, pendekatan dan jaringan yang bisa digunakan untuk menyusun profil budaya kalurahan.
BACA JUGA: Unjuk Rasa Ratusan Penambang di BBWSSO Yogyakarta, Sempat Diwarnai Blokade Jalan
“Profil budaya kalurahan adalah dokumen yang berisi informasi lengkap mengenai berbagai aspek kebudayaan. Selain menyediakan data akurat dan terperinci mengenai kekayaan budaya Sendangarum, juga harus bisa dijadikan generator bagi banyak event budaya. Sayang kalau potensi budaya yang lengkap dibiarkan tanpa dokumentasi, narasi dan aksi,” tandas dosen STIEPAR API Yogyakarta ini.
Tetenger korban kebrutalan Belanda pada 1949 di Sendangarum || YP-Ist
Sedang Endah Kusuma Wardani SAnt (Kasi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Sleman) sebagai narasumber berikutnya menguraikan aspek legalitas kelembagaan.
BACA JUGA: Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Mantan Manajer Keuangan Ditahan
“Ada sepuluh unsur yang harus kita identifikasi, yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional. Mari bergerak cepat agar jejak dan memori kolektif yang masih ada bisa kita selamatkan,” pesannya.
Sebelumnya dalam sambutan pengantarnya Lurah Sendangarum Wiwik Retno Yulianti SAg menyampaikan harapannya agar langkah awal ini bisa segera ditindak lanjuti. "Banyak potensi budaya yang kita miliki. Semua berhenti pada rencana. Harus bagaimana atau mengajak siapa. Dengan FGD ini kami harap memberi energi baru agar pengurus rintisan kalurahan budaya bisa segera menjalankan program,” pintanya.
BACA JUGA: Kejari Sleman akan Layangkan Panggilan ke Sri Purnomo Sebagai Tersangka
Carik Sendangarum Ahmad Kurniadi saat memandu FGD menyampaikan peserta berasal dari pengurus rintisan budaya. “Kebetulan baru dibentuk tahun lalu. Jadi nanti harapan kami, pengurus yang baru ini paham bagaimana caranya menyusun profil kebudayaan dari dasar. Program ini kami gelar dalam rangka reformasi pemberdayaan masyarakat kalurahan,” pungkasnya.
Hadir dalam FGD Ketua Rintisan Kalurahan Budaya Sendangarum Widada, para pamong da perangkat serta tokoh masyarakat Sendangarum. (Iud)
