Gelar Seni di Gedung Stovia Ramaikan Bulan Bahasa

share on:
Sihar Ramses Simatupang dalam proses kreatif || YP-Ist

ALIH wahana dilakukan dan niscaya dilakukan salah satunya untuk merespon perkembangan digital. Orientasinya terutama untuk memberi ruang kepada generasi muda agar tetap menikmati teks sastra termasuk puisi lewat media atau wahana lainnya. Oleh karena itu, kolaborasi perlu dilakukan agar nilai dan pesan bisa disampaikan secara lebih luas dan ramah media.

Demikian perbincangan yogyapos.com dengan Ketua Presidium Komunitas Tanpa Nama (KTN) Sihar Ramses Simatupang, Senin (10/10/2022). KTN akan menggelar Pentas Seni menyambut Bulan Bahasa 2022 di Museum Kebangkitan Nasional STOVIA Jakarta 13-18 Oktober 2022. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid direncanakan akan membuka kegiatan ini pada Kamis (13/10) pukul 15.30 WIB.

“KTN adalah komunitas para seniman berbagai genre. Merayakan Bulan Bahasa tahun ini kami mengaitkan dengan keberadaan bahasa Indonesia di era digital, dengan semangat kebangsaan. Mengingatkan kita akan sejarah dan perjuangan berbahasa bahkan di era digital kini dan mendatang,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Sihar, menyambut Bulan Bahasa 2022 Komunitas Tanpa Nama menggelar berbagai acara dari pertunjukan, pementasan, pemutaran film hingga pameran seni rupa.  "Komunitas yang mengambil ide alih wahana dalam setiap karyanya ini, berkerjasama dengan Komunitas Kampung Semar", jelasnya.

Gedung Stovia (Disbud DKI) || YP-Ist

Acara diisi antara lain dengan pemutaran film Larung dan Seribu Daun diinterpretasi dari puisi Yvonne De Fretes yang disutradarai Agus Firmansyah, videografi Puitika Rupa. Selain berisikan objek karya para perupa, juga diolah oleh Agus dan disutradarai oleh Pipien Putri diinterpretasi dari puisi Sihar Ramses Simatupang dengan penari Dyah Koenty Lestari dan didukung oleh komunitas musik Mahagenta.

Puisi karya para maestro dan tonggak kesusasteraan Indonesia seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Sitor Situmorang dan Sapardi Djoko Damono juga akan dibacakan. Sastrawan yang akan membaca adalah A Badri AQT, Bambang Wahyudin, Frans Ekodhanto, Jimmy S.Johansyah, Ipur Wangsa, Ritawati Jassin dan Widodo Arumdono. 

Sedangkan pameran lukisan, merupakan interpretasi bebas terhadap puisi kelima maestro itu. “Para perupa bebas memilih puisi para penyair yang menjadi aset kesusasteraan negeri ini,” jelas Sihar. Pameran berlangsung hingga 18 Oktober 2022 dengan kuratori Vukar Lodak ini menghadirkan karya perupa Afriani, Chryshnanda, Derson Madjiah, Edi Markas, Firtarina, Gogor Purwoko, Gus Herman,  Handoyo, Widiyatno, Widyani Adelewis dan Wahyu Usman. Pembukaan rencananya juga akan disiaran langsung melalui kanal Youtube Kampoeng Semar. (Iud)

 


share on: